Sambut Harlah, PC IPNU-IPPNU Sragen Gelar Istighosah

0
484

Sragen nujateng.com Dalam rangka menyambut hari lahir IPNU-IPPNU yang ke-66 dan ke-65, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Sragen menggelar istighosah dengan seluruh PAC se-Kabupaten Sragen pada Sabtu, 22 Februari 2020 yang bertempat di Gedung PC NU Kabupaten Sragen.

Istighosah yang dihadiri sekitar 250 kader dari seluruh PAC yang terbentuk ini dipimpin oleh langsung oleh Katib Syuriah PC NU Kabupaten Sragen, Kyai Subhan.

Sebelum memulai istighosah, pria yang biasa disebut Gus Aan ini berpesan, kader IPNU-IPPNU bisa mewujudkan cita-cita pendiri ikatan dan menjadi penerus NU yang berkualitas.

“Semoga dengan istighosah yang Kita baca, Allah berkenan mengabulkanhajat IPNU-IPPNU Kabupaten Sragen, NU, dan hajat kita semua,” ungkapnya.

Setelah istighosah selesai, acara dilanjutkan dengan acara talkshow bersama dengan senior IPNU-IPPNU yang telah demisioner.

Senior yang hadir merupakan Ketua PC IPNU-IPPNU  lintas generasi seperti; Amin Yus Mustakim, Gigit Listyanto, Munirotun Nisa’, Siti Chalimah, Achmad Mustaqim, Muhammad Habib Masduki Alawi, Husni Mubarok, dan Akhir Budi Rahayu.

Dalam awal acara talkshow, salah satu senior yang hadir, Siti Chalimah mengungkapkan kekaguman terhadap kondisi PC IPNU-IPPNU Kab Sragen yang sekarang. Hal ini sangat beralasan sebab, dalam masa kepemimpinannya dahulu PC mengalami krisis kader.

“Saya kagum dengan keadaan PC sekarang jauh lebih baik dari masa Saya dulu, dulu hanya ada 3 PAC sekarang sudah terbentuk PAC di setiap Kecamatan yang ada di Sragen. Dan saya lebih kagum lagi, pada malam hari ini kader IPNU-IPPNU bisa memenuhi gedung PC NU,” ujar Chalimah.

Chalimah dan senior lainnya berpesan, agar tetap memfokuskan pengkaderan dan membentuk ranting serta komisariat di sekolah Ma’arif ataupun umum.

Di akhir sesi talkshow, Ketua PC IPNU tahun 1999-2001, Husni Mubarok, menyampaikan saat ini tantangan IPNU-IPPNU (khususnya di Sragen) adalah mengembangkan SDM yang ada, mengingat seluruh PAC sudah terbentuk.

Baca Juga  Pelajar NU Mijen, Gelar Istigotsah Bersama Menyambut Ujian

“Saat ini, sudah saatnya Kita (IPNU-IPPNU) mengkualitaskan kuantitas, dan mengkuantitaskan kualitas,” pungkas pria Gesi di acara talkshow.

Wujud Pelestarian Tradisi

Selain mengadakan istighosah yang dilanjutkan dengan talkshow, setiap PAC (Pimpinan Anak Cabang) diwajibkan membawa nasi tumpeng sebagai simbol dari perayaan ulang tahun. Tumpeng yang dibawa oleh setiap PAC ini selanjutnya dilombakan.

“Jadi, di samping istighosah Kita juga mengadakan lomba menghias tumpeng,” ungkap Ketua PC IPPNU Kab Sragen, Ovi Nanda sesaat sebelum istighosah dimulai.

Dalam penjelasan Ketua PC IPNU Kab Sragen, Dwi Putro Joko Martono, makna lain adanya lomba tumpeng ini adalah wujud pelestarian terhadap tradisi leluhur yang sarat akan nilai dan makna.

“Harapan kami untuk harlah IPNU-IPPNU tahun ini kurang lebih tergambar dalam tumpeng yang dibawa rekan-rekanita yakni, IPNU-IPPNU bisa menjadi oraganisasi yang adiluhung, dan bisa menjadi wadah pengembangan potensi kader yang beragam seperti tampah dalam tumpeng tadi,” papar Jecky saat disinggung harapan di harlah tahun ini.

Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri, tumpeng yang dibawa oleh masing-masing PAC dipersilahkan untuk dimakan bersama sebagai penutup rangkaian acara memperingati Harlah IPNU-IPPNU ke-66 dan ke-65. (Rep : Sidik/Ed: Rs-011)