Rais Amm: Pesantren Mampu Memproduksi Orang Pinter yang Berakhlak

0
839
Rais Amm PBNU, KH. Miftachul Akhyar ketika menghadiri Naharul Ijtima’ yang diadakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (asosiasi pondok pesantren) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Masjid Agung Jawa Tengah, Kamis (31/10)

Semarang-nujateng.com, Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (asosiasi pondok pesantren) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah menghadirkan Rais Amm PBNU, KH. Miftachul Akhyar, dalam Naharul Ijtima’, Kamis (31/10).

Naharul Ijtima’ perdana yang diadakan bertempat di Masjid Agung Jawa Tengah ini untuk menjadi media silaturahim  ulama Pesantren Kultural dan struktural NU. Guna mendapatkan informasi yang aktual mengenai perkembangan Nahdlatul Ulama dan Pesantren.

Pada kesempatan itu, Kiai Miftach, mengungkapkan pentingnya pesantren di era sekarang ini. Pesantren dengan model pendidikannya yang khas mampu memproduksi orang pinter dan berakhlak.

“Pesantren bisa bertahan karena model pendidikannya mampu memproduksi orang pinter yang berakhlaq (bener). Disaat kita mengalami era darurat ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja),” ungkap Kiai Miftach.

Kiai Miftachul menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pinter dan bener adalah pesantren mampu melahirkan manusia intelek dan berakhlaq. Pesantren asli merupakan peninggalan Walisongo.

Sistem Pendidikan, lanjut Kiai Miftach, mengarusutamakan warisan salaf. Yaitu menjaga sifat mulia, unggah-ungguh dalam kehidupan, takdhim kepada guru dan hidup sederhana. Nilai yang istimewa di tengah era pragmatisme dan transaksional yang menggerogoti sistem pendidikan lainnya. Hal ini tak mudah untuk memproduksi seorang santri, Belum lagi tugas melanjutkan perjuangan ulama.

Untuk itu, Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya ini menyitir tentang 5 ayat pertama (Iqra’) yang turun kepada Nabi yang bisa dijadikan panduan. Yaitu kemampuan membaca tulisan, keadaan, peristiwa alam, sehingga santri pintar dalam berbagai bidang di dunia.

“Tapi jangan lupa untuk menyebut nama Tuhanmu (bismi rabbik), pengontrol dan pengendali kepintaran dan kecerdasan. Yang bisa seperti inilah pondok pesantren saja. Perlu adanya pendampingan dan kontrol,” tambah Kiai Miftach.

Alumni Pesantren Tambak Beras ini, juga mengingatkan pentingnya pesantren juga sebagai penjaga kerukunan dan persatuan bangsa. Tugas sebagai penerus ulama yang menyiarkan agama dengan moderat. Pesantren Nusantara harus terus menjadi lembaga pendidikan keislaman yang rahmatal lil alamin. (Red. Wahib/010)