Wujudkan Kemandirian Ekonomi, NU Purbalingga Resmikan Klinik Ketiga

0
901

Purbalingga nujateng.com Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purbalingga meresmikan Klinik Karangmoncol di Desa Karangsari, Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Klinik tersebut disebut sebagai klinik ketiga yang didanai secara mandiri.

“Di Kabupaten Purbalingga sudah ada tiga Klinik yaitu di MWC Kutasari, MWC Bukateja, dan yang terbaru sekarang di MWC Karangmoncol,” kata Wakil Ketua tanfidiyah PCNU Purbalingga, KH Taufiq dalam sambutannya, Sabtu (26/10/2019).

Peresmian klinik tersebut dilaksanakan berbarengan dengan pelantikan kepengurusan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Karangmoncol untuk periodisasi tahun 2019-2024 dengan Rois Syuriyah KH. Imron Rosyadi dengan KH Muhammad Hafidz Husni sebagai ketua Tanfidziyah.

Kiai Taufiq berharap agar MWC NU yang ada dapat berkiprah dengan baik sehingga menyusul tiga MWC yang telah mampu mendirikan klinik, “Ini semua untuk memberi rasa mudah dalam pengobatan pada masyarakat,” tuturnya.

Panitia Pembangunan Klinik, Sugeng Wahyono menjelaskan, dalam klinik dibangun dengan sumber dana murni dari nahdliyin (warga NU) di wilayah Karangmoncol, “Kita mulai dengan cara mengumpulkan koin dari tahun 2017,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pengumpulan koin dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan kemandirian organisasi dan warga NU. Sedangkan gedung Klinik dibangun diatas tanah wakaf dari Slamet Wahidin.

“Rencananya ini dibuat 2 lantai, lantai bawah untuk klinik, kemudian lantai atas untuk kantor MWC. H Alin juga mewakafkan tanahnya yang bisa dimanaatkan untuk pengembangan,” bebernya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk mempermudah pelayanan, Miswanto memberikan bantuan berupa sebuah mobil Ambulan, “Alhamdulillah, kami bersyukur atas kepedulian dan keikhlasan para jamaah,” imbuhnya.

Sementara, Rois Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh berpesan untuk dapat memegang amanah dengan baik, “Agar semua warga Nahdliyin, baik jadi pengurus ataupun tidak agar selalu amanah, karena berkhidmah kepada Jamiyyah Nahdlatul Ulama adalah meneruskan tugas Kenabian, melanjutkan tanggung jawab keulamaan” kata Kiai Ubed dalam mauidzahnya seusai menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian klinik.

Selain itu, Kiai Ubaid berharap dengan adanya Klinik tersebut akan menambah kemanfaatan dan kemaslahatan NU, tidak hanya secara kelembagaan saja, tapi juga dapat dirasakan oleh seluruh warga NU, dan masyarakat umum di wilayah Karangmoncol dan sekitarnya, “Hukume fardu kifayah, dadi kewajiban NU juga harus ngurusi itu, kalau tidak diurusi semua ikut berdosa,” Kiai Ubaid menuturkan.

Untuk diketahui, peresmian Klinik tersebut juga dihadiri sekretaris PWNU Jateng, KH. Hudallah Ridwan Naim, beberapa jajaran pengurus Cabang NU dan lembaga beserta Banom, Ketua MWC, Camat Karangmoncol beserta Forkompimcam, dan tamu undangan lain.
Momen HSN
Peresmian tersebut merupakan bagian dari rangakaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019. As’ad Malik Karim Amrullah selaku ketua Panitia HSN menerangkan diawali dengan Tahlil Masal (Haul Masal), pawai santri yang melibatkan unsur LP Ma’arif Kecamatan Karangmoncol sebanyak 22 sekolahan yang dengan jumlah mencapai 4.000 pelajar, dan 11 pondok pesantren, serta 20 ranting NU yang dibuka oleh Camat Karangmoncol beserta Ketua Tanfidziah NU Karangmoncol beserta segenap jajaran.

Puncaknya, pengajian umum yang menghadirkan Rois Syuriah PWNU Jateng, peresmian klinik dan pelantikan Pengurus MWCNU Masa Hidmat 2019 – 2024, dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Karangmoncol Masa Hidmat 2019 – 2023, “Alhamdulillah acara berjalan lancar, semua elemen dan banom NU Karangmoncol bersatu, hampir ada 10.000 pengunjung,” tuturnya. (Rep: Rifqi/ Ed: R-011)