Jaga Hubungan Harmonis Antar Santri NU Lewat Futsal

0
563

Semarang nujateng.com Bangsa Indonesia membutuhkan persatuan yang dibangun atas dasar persaudaraan, terlebih di era yang penuh dengan perseteruan politik dan aliran. Hubungan yang harmonis antar santri NU harus terus terpelihara. Pengasuh PP Durrotu Ahlissunnah Wal Jama’ah K Agus Romadhon mengatakannya saat dimintai keterangan persnya tentang Durrotu Aswaja Cup.

“Menjalin persaudaraan antar sesama putra bangsa perlu dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti olahraga, diskusi, dan sebagainya,” kata Agus di kediamannya, kompleks PP Durrotu Aswaja Desa Banaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (20/10/2019) siang.

Sekedar diketahui, PP Durrotu Aswaja merupakan satu dari sekian banyak pondok pesantren yang turut memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Turnamen futsal dengan segmen umum tersebut diharapkan menghasilkan spirit yang sama dengan semangat peringatan kemerdekaan, yakni mempersatukan berbagai elemen bangsa.

“Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari tidak hanya menggerakkan kaum santri, terlebih ketika digelorakan oleh Bung Tomo,” tuturnya.

Sehingga, lanjutnya, semangat persaudaraan dan persatuan kala itu mampu menggerakkan semua elemen putra bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan. Bermula dari pemahaman itu, ia berharap agar para santri terus berkreasi dalam kegiatan yang mampu mempersatukan, baik antar sesama santri maupun umat yang berbeda keyakinan.

Selaku pengasuh pesantren ia tetap mendukung aktifitas para santri yang dinilai positif sejauh bisa memanajemen waktu, “yang penting bisa mengatur waktunya, biar aktifitas ngaji di pesanten tetep jalan,” akunya.

Sementara, ketua panitia, Arief Rahman Hakim disela kegiatan mengatakan ternamen tersebut berbeda dengan turnamen serupa yang diadakan di Merdeka Futsal Gang Nangka, Desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, “Berbeda dari futsal yang murni kompetisi bergengi,” kata Hakim.

Menurutnya, gengsi yang harus dibangun adalah persatuan. Percuma juara kalau tidak bersaudara, katanya, sebab adanya kompetisi menunjukkan ada kerjasama, persatuan, dan persaudaraan, “Ini memang kompetisi pertama yang diselenggarakan dalam rangka Hari Santri Nasional oleh pondok, tetapi secara kepanitiaan hampir sama dengan yang ngurusi lomba futsal hari santri PCNU tahun kemarin,” paparnya.

Karena itu ia telah mengetahui bahwa kejuaraan yang digelar antar pesantren lebih damai dan paling diminati. Diungkapkannya, kejuaraan ini diikuti sebanyak 32 tim dari berbagai elemen, pondok pesantren dan kampus umum, “Meski acara hari santri tapi pesertanya umum, ada dari kampus katolik juga, UNIKA Soegijopranoto,” bebernya. (Rep: Rifki/Ed: Rs-011)