Indonesia Aman Berkat Silaturrahmi

0
618
Suasana Lailatul Ijtima' dan Refleksi Hari Santri yang diselenggarakan di Kantor PWNU Jawa Tengah, (14/10) malam, (dok. nujateng.com)

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Korwil Jawa Tengah, Dr KH Marsudi Syuhud mengungkapkan bahwa rakyat Indonesia harus bersyukur dengan keadaan negara Indonesia yang aman, damai dan bersatu.

Menurut Kiai kelahiran Kebumen ini karena bangsa Indonesia rajin melakukan pertemuan dan bersilaturahim.

“Kita wajib bersyukur bahwa Indonesia menjadi Negara yang aman, damai dan bersatu, karena bangsa Indonesia rajin melakukan pertemuan silaturrahmi,” kata Kiai Marsudi pada acara Lailatul Ijtima dan Refleksi Hari Santri 2019 di Kantor PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto 180 Semarang, (14/10) malam.

Kiai Marsudi memberikan alasan bahwa warga yang beragama Islam rajin berkumpul silaturrahmi ngundang para tetangga dimulai sejak seserang punya anak dalam kandungan yakni acara tiga bulanan, empat bulanan, tujuh bulanan, kemudian kalau sudsh lahir diadskan “puputan”, aqiqahan, sunatan, nikahan, dan seterusnya. Kemudian kalau ada yang meninggal diadakan tahlinan, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari, nyewu, mendak dan seterusnya.

Disamping itu juga ada acara peringatan hari besar Islam mulai dari mauludan, rejeban, Idul Fitri dan Idul Adha.

“Kalau semua event masyarakat itu diuangkan dalam APBN/ APBD, sudah ratusan triliun rupiah, karena itu pemerintah hendaknya berterima kasih kepada warga Indonesia”, ungkap Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Menyinggung tentang hari santri setiap tanggal 22 Oktober, Kiai Marsudi menegaskan bahwa dengan adanya hari santri, Pemerintah RI telah mengakui kontribusi jasa perjuangan para ulama dan santri-santrinya dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI.

“Ini juga yang perlu kita syukuri melalui perjuangan PBNU dan Pemerintah,” tegasnya

Sementara itu, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNI) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqo,h dalam sambutannya, menyampaikan perlunya kita sebagai warga NU memelihara tradisi luhur yang ada di masyarakat dengan sungguh-sungguh, dengan memberikan pemahaman yang utuh terhadap Islam ala ahlissunah wal jama’ah.

Turut hadir dalam acara Lailatul Ijtima’ dan Refleksi Hari Santri, Ketua Tanfidziyah PWNU, H M Muzamil beserta para Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara, jajaran Syuriyah, Badan otonom NU dan pengurus Lembaga serta Nahdliyin di Semarang.  

Dalam acara tersebut juga diisi do’a bersama dan membaca sholawat oleh Group Terbang Jidor dari PCNU Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (Red: Wahib/10)