Menag : Santri dan Pesantren Bagian Sejarah Kemerdekaan NKRI

0
494
Foto : Humas Kemenag

Jakarta nujateng.com Peran penting santri dan pesantren dalam menjaga persatuan Indonesia merupakan bagian sejarah kemerdekaan Indonesia. Kontribusinya patut dikenang oleh bangsa Indonesia.

“ Kemerdekaan bangsa ini (tidak lepas) dari Santri dan pesantren juga kontribusi besar dalam menjaga persatuan,” ucap Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada Peluncuran Rangkain Hari Santri 2019 di Auditorium HM Rasjidi, Balai Diklat Kemenag RI,  Jakarta Pusat, Kamis (19/9) malam.

Lukman Saifuddin menegaskan, peran santri  dalam menjaga bangsa ini saat ada ancaman disintegrasi melalui sentimen agama.

“Santri tetap mendukung dan pasang badan demi keutuhan NKRI,”

Dalam konteks global, Menag menjelaskan, pesantren sebagai “laboratorium perdamaian”  menjadi contoh di mata dunia dari Indonesia. Wacana inklusif telah disampaikan di pesantren melalui kajian keilmuannya.

“Santri-santri digembleng dengan keilmuan yang mendalam dan dibekali dengan karakter humanis, inklusif, toleran, dan moderat. Para santri siap berperan sebagai duta-duta perdamaian di tengah dinamika yang sering mendapat ujian perpecahan, konflik, bahkan peperangan,” tambahnya.

Pemilihan tema perdamaian dalam peringatan Hari Santri 2019 sebagai jawaban Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim. Menjadi salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020 bersama 4 negara lainnya yakni, Jerman, Republik Dominika, Belgia, dan Afrika Selatan.

“Kaum santri menjadi salah representasi populasi umat Islam Indonesia yang menyampaikan toleransi,”

Pada perhelatan Hari Santri ke-4, Menag menyampaikan, RUU Pesantren telah selesai di tingkat pertama. Peraturan tersebut, kini dibawa ke paripurna untuk disahkan menjadi UU. Produk hukum ini, bentuk afirmasi negara terhadap pesantren.

“Pesantren yang lahir dari masyarakat harus diakui negara, masa mendatang pesantren memiliki kemampuan memiliki kemampuan merespons tantangan zaman,” pungkasnya.   (Rs-011)