Rektor UIN Walisongo : Mbah Maimun Pesan Agar UIN Walisongo Pertahankan Kajian ala Pesantren

0
1995

Semarang nujateng.com Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Imam Taufiq MAg ikut belasungkawa dan amat berduka  atas wafatnya KH Maimun Zubair di Makkah Al Mukaromah, Selasa (6/8/2019).

Mbah Maimun dikenal sebagai ulama kharismatik yang menjadi rujukan semua warga bangsa Indonesia dan dunia dalam hal agama dan kebangsaan.

“UIN Walisongo sangat kehilangan poros bumi yang menjadi tiang keagamaan dan keindonesiaan” tegas Imam Taufiq. Mbah Maimun, lanjutnya, ikut menjaga kokohnya Indonesia dan dunia. Beliau selain ulama juga seorang figur yang sejuk, arif, wira’i dan penyebar kedamaian.

Baca juga : GP Ansor Jateng Gelar Sholat Gaib untuk Syaikhona KH Maimoen Zubair

UIN Walisongo sebagai kampus yang berbasis riset sangat mengapresiasi dan merasakan model dakwah Mbah Maimun. Beliau jadi tauladan bangsa Indonesia dalam menjadikan negara Pancasila yang diejawantahkan dalam berbagai kehidupan bermasyarakat.

Dakwah model Mbah Maimun sangat menyentuh hingga basis masyarakat karena menggunakan bahasa yang khas pesantren, yang bisa diterima oleh kalangan manapun, bahkan tingkat elit beliau dapat memberikan pencerahan dalam merajut bangsa Indonesia menjadi negara yang damai dan rukun.

Baca juga : Mbah Moen Jangkar Pesantren, NU dan Islam Indonesia

Kepada UIN Walisongo dalam kesempatan  sekitar akhir Ramadan, Mbah Maimun berpesan agar tetap teguh mempertahankan UIN sebagai rujukan kajian Islam ala pesantren yang berkarakter dan menjadi benteng moderasi Islam.

“Mbah Maimun berpesan pada kami bahwa kampus UIN Walisongo agar mempertahankan kajian Islam klasik dan menjaga Islam yang moderat” tegas Imam Taufiq yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Baca juga : Merayakan Perbedaan dengan Bermaaf-Maafan [Khutbah Idul Fitri]

Pesan Mbah Maimun ini sangat tepat dengan visi kelembagaan kampus Islam ini karena berkomitmen dalam melestarikan local wisdom dan meneguhkan arah moderasi untuk kemasyarakatan dan kebangsaan.
Keluarga besar UIN Walisongo ikut menggelar shalat ghaib dan tahlil bersama menghormati almarhum Mbah Maimun yang akan dimakamkan di Ma’la Makkah. (Rep: Anwar/Ed:Rs-011)