Rais Syuriah PWNU Jateng : Urut Sewu Harus Jadi Isu Nasional

0
2369
Kamis 8 Agustus 2019, santri FNKSDA Semarang bersama GUSDURian Semarang mendatangi kediaman Kyai Ubaidillah Shodaqoh

Semarang nujateng.com Rais Syuriah PWNU Jateng Kyai Ubaidillah Shodaqoh menanggapi isu penggusuran di Urut Sewu, Kebumen. Permasalahan ini harus digaungkan ke tingkat nasional.

Kyai Ubed, sapaan akrabnya, menambahkan permasalahan reforma agraria dikalangan petani banyak masalah. Ia mengutarakan ada warga nahdliyin yang mempertahankan tanahnya lalu ditangkap aparat.

Baca juga : Jalur Keilmuaan KH. Hasyim Asy’ari

“Saya kemarin disowani sama orang Demak yang punya masalah begitu. Harusnya kalau petani berinovasi punya benih yang tahan dari hama itu didukung bukannya ditangkap. Tetapi tidak, semua harus beli di industri. Di daerah pesisir Cilacap, Kebumen itu kan termasuk daerah subur yang hasilnya biasa dijual di supermarket tapi dilabeli produk luar negeri, yang dibeli murah tapi dijual mahal,” tutur Kyai Ubed dikediamannya, Kamis (8/8/2019)

Pria asal Semarang, menyarankan kepada warga Urut Sewu agar terus melakukan istighotsah dan ber-mujahadah.

Baca juga : Berpulangnya Sang Muharrik

“Itu merupakan alat perjuangan warga NU secara moral spiritual. Selain itu juga beliau akan berkomunikasi dengan orang-orang PWNU Jawa Tengah untuk membahas masalah ini,” ungkapnya.

Koordinator Nasional FNKSDA Roy Murtadho menilai perampasan lahan terhadap warga merupakan perbuatan dzolim.

Baca juga : Mbah Moen Jangkar Pesantren, NU dan Islam Indonesia

“Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA), mendukung perjuangan warga nahdliyin dan mereka yang tedzolimi untuk mendapatkan lahan mereka lagi,” tuturnya dalam press release yang diterima reporter nujateng.com (Rep:FNKSDA/Ed: Rs-011)