PWNU Jateng Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU Ke-34

0
2531
Rapat Pleno Pengurus PWNU Jawa Tengah, Senin (19/08).

Semarang, nujateng.com- Salah satu hasil Rapat Pleno Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, mengusulkan supaya Muktamar ke-34 dilaksanakan di Jawa Tengah. Meskipun demikian, PWNU Jawa Tengah masih mempertimbangkan usulan-usulan tersebut. Usulan juga sampai pada lokasi, di antaranya di Lasem Rembang, Balaikambang Jepara, Semarang dan Solo.

Demikian ungkap KH Mohamad Muzamil, Ketua PWNU Jawa Tengah usai pelaksanaan Rapat Pleno Pengurus PWNU Jawa Tengah, mulai dari jajaran Mustasyar, A’wan, Syuriah, Tanfidziyah, Ketua Lembaga dan Ketua Banom di wilayah Jawa Tengah, Senin (19/08).

“Secara intern NU, khususnya menyongsong Muktamar ke-34, ada usulan supaya Muktamar dilaksanakan di Rembang, Lasem, Pondok Pesantren Balaikambang Jepara, Semarang atau Solo, maka kami masih mempertimbangkan usulan-usulan tersebut,” kata Kiai Muzamil, biasa ia disapa.

Kiai Muzamil juga menyebutkan bahwa ketentuan sebagaimana yang diatur dalam dalam AD/ART NU menyebutkan Pimpinan Muktamar adalah PBNU, sehingga yang akan memutuskan lokasi Muktamar adalah PBNU.

“Biasanya lokasi Muktamar dipertimbangkan secara khusus, dan ini tidak sederhana karena terkait dengan kontribusi NU kepada bangsa, negara dan bahkan dunia. Seringkali PBNU bertanya kepada ulama ahli kasyaf, sehingga NU bisa memberi manfaat lebih kepada masyarakat, bangsa dan Negara,” jelasnya.

Dalam forum itu, juga menghasilkan rekomendasi bahwa PWNU Jateng perlu menginventarisasi masalah-masalah yang dihadapi jam’iyyah dan jama’ah, kemudian ditindaklanjuti dengan telaah satu persatu dan dilakukan penugasan untuk memecahkannya.

“Serta mengantisipasi supaya tidak terjadi persoalan lain yang lebih buruk dampaknya, seperti kesenjangan pendidikan, ekonomi serta perlakuan diskriminatif yang ada, utamanya di bidang ekonomi,” lanjut Kiai Muzamil.

Menurut Kiai Muzamil, persaudaraan di dalam masyarakat, hendaknya tidak hanya dilakukan acara-acara seremonial belaka, namun diperlukan tindakan nyata untuk bersikap adil atau setidak-tidaknya bersikap proporsional.

Dalam forum yang istimewa di kantor PWNU Jateng ini dihadiri Mustasyar Drs KH Achmad, Dr KH Achmad Darodji, Drs KH Ali Mufis MPA, Prof Dr Mudjahirin Thohir MA, Rois Syuriyah KH Ubaidullah Shidaqoh, Wakil Rois KH Ma’shum Abi Darda’, Drs KH Abu Hapsin Ph D, KH Zaim A Syakir, A’wan Syuriyah Prof Dr KH Muhibin, KH Busyairi Haris serta 61 orang pengurus Tanfidziyah, Badan Otonom NU dan Lembaga-Lembaga NU Jateng. (Red-Wahib/010)