Khutbah Idul Adha 2019 / 1440 Hijriah: Memahami Kembali Keagungan Hari Idul Adha

0
5820
Khutbah Idul Adha 2019 / 1440 H

Memahami Kembali Keagungan Hari Idul Adha

nujateng.com \Kaum Muslimin, Jama’ah Idul Adha… As’adakumullah …

Gemuruh takbir, tahmid dan tasbih sejak Subuh Arofah kemarin telah bergema dan menggetarkan hati setiap jiwa yang beriman dan takut kepada Allah swt. Seluruh Umat Islam, mulai anak-anak hingga orang tua, laki-laki maupun perempuan, sendiri-sendiri maupun berjamaah, sama mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid. Bahkan bebatuan, tumbuhan dan seluruh alam raya juga mengumandangkan takbir untuk menghidupkan sunnah Rasulullah saw. 

Kalimat takbir “Allahu Akbar” adalah lafadh yang sangat agung. Islam telah mengajarkan takbir kepada kita -sebagai umatnya- agar kita senantiasa mengagungkan asma Allah swt. Saat adzan kita kumandangkan takbir, saat iqamah kita lafadhkan takbir, saat membuka shalat kita ucapkan takbir, saat bayi lahir kita tiupkan kalimat takbir pada kedua telinganya, saat menyembelih hewan kita baca takbir, bahkan saat di medan laga kita juga pekikkan takbir.

Ketika kita membaca takbir “Allahu Akbar”, maka sesungghnya kita sedang menanamkan keyakinan dalam hati bahwa hanya Allah swt pemilik kebesaran dan keagungan. Sungguh hanya Allah yang Maha Besar dan Maha Agung, dan selain Allah adalah kecil dan lemah. Segala apa yang sering kita bangga-banggakan, berupa harta kekayaan, mobil mewah, rumah megah, kedudukan dan pangkat yang tinggi, semuanya adalah kecil dan tidak berarti apa-apa di hadapan Allah swt. Kekayaan yang seringkali menjadikan pemiliknya bersikap sombong, bisa saja dalam sesaat habis dan lenyap.

Baca juga : Download Gratis Khutbah Idul Adha 2019

Pangkat dan jabatan yang seringkali menyebabkan pemiliknya merasa hebat, pada saatnya pasti akan lepas dan sirna dari dirinya. Dan hanya Allah swt yang tetap Maha Agung dan Maha Hebat selamanya. 

Namun demikian kalimat takbir “Allahu Akbar” yang agung itu terkadang digunakan dan diucapkan sembarangan. Kadang kalimat yang mulia tersebut diteriakkan seseorang ketika melakukan demo anarkis, sambil merusak fasilitas umum, melempar batu dan mengganggu ketenangan orang lain.  Apakah pantas kalimat takbir “Allahu Akbar” yang agung tersebut diucapkan pada saat seperti itu? 

Jelas tidak layak dan bukan pada tempatnya …!

Download Khutbah Idul Adha 2019\/ 1440 Hijriah