Santri TBS dan Santriyah Mu’allimat Bantu Kebersihan Usai Istighasah

0
517
Suara Nahdliyin
Src: Suara Nahdliyin

Kudus nujateng.com Apa yang selalu tersisa dari setiap usai kegiatan (acara) dilaksanakan? Jawabnya, sampah yang berserakan dan minimnya perhatian panitia dan peserta kegiatan untuk membantu kebersihan.

Namun di gelaran istighasah kebangsaan di Alun – alun Simpang 7 Kudus, Ahad (7/4/2019), ada pemandangan menarik, setelah istighasah dengan ragam acara, usai dilaksanakan. Yakni kepedulian para santri dan santriyah dalam membantu membersihkan lokasi istighasah.

Adalah para santri dari madrasah Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) dan santriyah dari madrasah Mu’allimat NU, yang dengan kesadaran tinggi berpartisipasi memunguti sampah – sampah, agar lokasi istighasah bersih sebagaimana sebelumnya.

‘’Kami berharap, sikap reaktif santri MTs NU TBS seperti ini, bisa dibudayakan oleh seluruh warga Nahdliyin secara umumnya, baik di lingkungan madrasah maupun lingkungan masyarakat,’’ ujar Ahmad Bahruddin M.Pd.I, salah satu pendidik MTs. NU TBS Kudus.

Ya, memang menarik menyaksikan para santri itu berpartisipasi membersihkan sampah – sampah. Tanpa menunggu komando, pengurus PK IPNU MTs NU TBS mengajak teman – temannya untuk membersihkan tempat Istighatsah. Ini merupakan salah satu cara melakukan internalisasi nilai – nilai pendidikan karakter,’’ Ahmad Irkham S.Pd.I., pendidik MTs. TBS lain, menambahkan.

‘’Ikut membersihkan lokasi istighasah dari sampah – sampah yang berserakan ini, sekadar untuk membantu panitia. Untuk sedikit meringankan beban panitia dalam menjaga kebersihan usai acara,’’ Akrimah, salah satu santriyah madrasah Mu’allimat NU Kudus. (Src: Suara Nahdliyin/Ed: 011)