NU Harus Besar Juga Di Dunia Online

0
1273
NU JATENG
Iklan

Klaten nujateng.com  Tidak hanya di offline, Nahdlatul Ulama (NU) harus besar pula di dunia online. Hal itu ditegaskan oleh Direktur NU Online Savic Ali dalam Forum Diskusi Milenial di Pondok Pesantren al-Barokah Gunting Wonosari Klaten Jawa Tengah (30/03).

“Nahdliyin belum begitu kuat di online. Kalau di offline sudah joz, puluhan ribu pesantren dan madrasah telah di bangun oleh para sesepuh kita” lanjut Savic

Menurut Savic, walaupun NU Online menempati peringkat pertama web-web Islam di Indonesia, namun NU online bertengger sendirian. Oleh karena itu nahdliyin harus aktif di online. “Tidak harus membuat website karena membutuhkan tim, tapi bisa dimulai dari membuat akun di media sosial” lanjut Savic

Dalam acara bertajuk Merajut dan Memperkokoh Nilai-nilai Kebangsaan dan Keagamaan, Savic juga mengatakan, bahwa di online itu dinamis. Kalau mau merespons, juga akan bisa menggeser web-web yang pro kekerasan.

Savic menyarankan dalam membuat konten, anak-anak muda untuk berkolaborasi dengan yang lebih tua.

“Anak-anak muda ini bisa membuat konten kreatif seperti video dan meme, tapi kekurangan materinya. Lah yang lebih tua ini banyak materinya, tapi banyak yang kesulitan buat konten kreatif” kata Savic

Walaupun dunia online adalah medan pertarungan baru, yang meliputi beberapa hal seperti politik, ideologi bahkan gagasan keislaman, namun menurut Savic, semangat nahdliyin aktif di online bukan semangat berperang.

“Kita aktif di online bukan untuk bertempur. Tanggung jawab kita memperkenalkan dan menjelaskan NU ke publik. Ketika mengcounter juga jangan berlebihan dan jangan baperan, seperti dikritik dikit, kita marah” lanjut Savic

Acara yang terselenggara atas kerjasama Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU, Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan dan Pondok Pesantren al-Barokah ini dihadiri sekitar dua ratus peserta dari perwakilan RMI, IPNU-IPPNU, AIS dan santri dari pesantren se-Jawa Tengah.

Ketua RMI NU Pusat, yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan KH Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, terselenggaranya kegiatan ini dilatarbelakangi oleh sebuah keprihatinan maraknya informasi-informasi negatif seperti hoax, pornografi dan ujaran kebencian.

Lelaki yang akrab dipanggi Gus Rozin ini berharap, setelah pulang dari sini, peserta punya wawasan dalam merespon informasi, mana yang positif dan mana yang negatif. (Rep: Zaim/Ed: 011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.