ISNU Pekalongan Harus Siap Hadapi Revolusi 4.0

0
786
Src: NU Online

Pekalongan nujateng.com Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Tengah, H Kasiman Mahmud Desky minta kepada jajaran Pimpinan Cabang ISNU Kota Pekalongan yang sudah dilantik segera tancap gas untuk merealisasikan program-programnya.

Hal itu disampaikan Kasiman Mahmud usai melantik PC ISNU Kota Pekalongan masa khidmat 2019-2024 di Pesantren Al-Mubarok Medono Kota Pekalongan, Senin (22/4).

“Saya minta jajaran pengurus PC ISNU Kota Pekalongan yang sudah mendapat SK dari PP ISNU, segera tancap gas untuk merealisasikan program-programnya,” pinta Kasiman.

Dikatakan, menjadi pengurus haru siap mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan jika perlu biaya. Oleh karena itu, keikhlasan menjadi faktor utama dalam pengabdian di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Atas nama ISNU pusat, saya minta maaf karena Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa berhalangan hadir pada acara pelantikan ini. Akan tetapi ada pesan kepada jajaran pengurus INU Kota Pekalongan, agar jangan setengah hati dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Kasiman yang juga Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan ini.

Kasiman Mahmud yang juga Wakil Rais PCNU Kota Pekalongan menjelaskan, kalangan intelektual muda NU sudah saatnya menyumbangkan gagasan dan fikirannya untuk kemajuan NU. Pasalnya, menghadapi bonus demografi dan teknologi inndustri 4.0 nahdliyyin harus didorong untuk bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Kami berharap jajaran ISNU Kota Pekalongan segera melakukan langkah-langkah kongkrit menghadapi bonus demografi dan teknologi industri 4.0, jangan sampai kita hanya bisa menjadi penonton,” tandasnya.

Kegiatan pelantikan diisi dengan Halaqah Kebangsaan mengambil tema Peran dan Peluang NU, Ponpes, dan Madin Pascapilpres 2019 dengan nara sumber Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, H Taj Yasin Maemoen dan KH Abdul Ghofur. (Src: NU Online/Ed:011)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.