Pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asyari Kupas Kitab  Mambaus Sa’adah

0
145

Semarang nujateng.com Pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asyari Nyai Hindun Annisah, mengupas mukadimah Kitab  Mambaus Sa’adah (Telaga Kebahagiaan untuk Relasi Pernikahan)   membahas bagaimana sejarah NU dalam memberdayakan dan memandang perempuan.

Kitab Karya KH Faqihuddin Abdul Qodir tersebut mengajak kita untuk mengetahui pentingnya sehat jasmani dalam membangun keluarga,  dan pentingnya meletakkan dasar dalam membangun relasi keluarga yang baik dan sehat.

”Karena relasi yang adil antara suami istri menjadi pondasi yg kuat,  menjadi kunci yg bagus bagi terbentuknya keluarga yg baik dan sehat,” katanya di Kantor PWNU Jawa Tengah, Jumat (7/12) sore.

Hindun juga menegaskan, istilah “Wanita, suarga nunut neraka katut” merupakan istilah yang salah kaprah, karena Allah memberikan balasan kepada mukminin dan mukminat itu sesuai dengan amal ibadahnya masing-masing.

Ketua PW Fatayat NU Jateng Tazkiyatul Muthmainnah menjelaskan, pengajian perdana yang diselenggarakan keluarga besar Fatayat tersebut terbuka untuk umum. ”Kami jadwalkan rutin sebulan sekali diadakan sesudah shalat Jumat,” kata iin. Dia kemudian memotong tumpeng menandai pembukaan pengajian kitab dan diserahkan kepada Nyai Hindun Anisah.

KH Munif, Pengurus Wilayah NU Jateng mengharapkan  agar pengajian tidak terasa hangat di hari pertama. Nanti seterusnya terus semangat dan semakin banyak jamaahnya.

Sejarah NU

”Dalam sejarah,  NU telah mengangkat hak-hak perempuan. Hal itu jelas  terlihat ketika KH Bisri Syamsuri membangun pondok khusus perempuan pada tahun 920 M. Kemudian pada tahun 1997 di Lombok,  telah dikeluarkan keputusan Munas alim ulama tentang makanatil mar’ah fil Islam (posisi perempuan dalam Islam)  yang membahas dasar-dasar umum muamalah yang baik dengan menisbatkan perempuan sampai tercapainya keadilan dan kesetaraan,” ujar istri Gus Nung Nuruddin Amin bin KH Amin Sholeh Bangsri itu.

Menurut Hindun, kemaslahatan umat dapat dimulai dari kemaslahatan keluarga. Kemaslahatan keluarga dapat dimulai dari sehatnya secara fisik dan rohani,  adanya relasi antara suami dan istri,  adanya pemberian hak dari laki-laki kepada perempuan. Kitab Mamba’us Sa’adah  juga memberikan tema-tema yang menjadi perhatian . (Sumber: SM/ Red: 011)