KH Said Aqil Siroj; Tugas Lakpesdam Membina Warga NU Agar Jadi Unggul

0
891
Ketua Pengurus Besar Nahdltul Ulama, KH Said Aqil Siroj (Dok. nujateng.com)

Bekasi, nujateng.com- Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa visi dan misi yang diemban Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) merupakan follow up dari misi kenabian yakni membangun umat yang berkualitas.

Hal ini disampaikananya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lakpesdam NU di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (Cevest) Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (22/12).

Kiai Said mengatakan bahwa di dalam al-Qur’an tidak ditemukan ayat yang mengatakan langsung umat Islam. Tetapi di dalam al-Qur’an disebutkan Ummatan Washatan (umat yang moderat dan berkualitas).

“Umat berkualitas ini telah digagas oleh Nabi Muhammad dengan membekali para sahabat beragam keilmuan. Hingga peradaban keislaman dapat terbentuk,” jelasnya pada Rakornas Lakpesdam PBNU yang mengangkat Menuju Satu Abad NU: Merancang Arus Baru Ekonomi Nusantara dan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama.

Tugas kenabian, lanjut Kiai Said, yakni mencetak generasi berkualitas ini telah dilakukan oleh Nahdlatul Ulama melalui Lakpesdam NU. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat yang dari sisi intelektual rendah (jahiliyah) dan dari segi akidah yang sesat (dlolalah) bisa diluruskan.

“Ini merupakan tugas Lakpesdam Nahdlatul Ulama dalam membina warga NU untuk unggul di segala lini, sehingga mampu menjawab tantangan kemajuan zaman,” ujar Kiai Said.

Pada kegiatan kegiatan yang digelar tiga hari mulai 22-24 Desember 2018 untuk  konsolidasi gerakan jelang  satu abad Nahdlatul Ulama, Pengasuh Pesantren Luhur At-Tsaqafah ini juga mengisahkan tentang orang yang pertama kali mendapatkan gelar sufi adalah Jabir Ibnu Hayyan.

Jabir Ibnu Hayyan, seorang intelektual handal, jelasnya, ahli Al-Jabar tetapi kealimanya luar biasa. Sementara Imam Junaid Al-Baghdadi mendefinisikan bahwa sufi dan intelektual adalah Ibnu Waktin yakni dinamis dan paham akan waktu, situasi dan kondisi.

Hal ini menunjukkan bahwa warga NU yang berkualitas adalah mereka yang berpegang teguh pada ilmu dan ubudiyah.

“Menyongsong satu abad NU. Semoga Lakpesdam NU se-Indonesia dapat menumbuhkan sumber daya manusia NU yang berkualitas. Ulama-ulama muda inilah yang kelak membangun peradaban Indonesia di kancah global,” pungkasnya. (Sumber: NU Online/Wahib)