Istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Dianugrahi Gelar Ibu Bangsa

0
208
Sinta Nuriyah Wahid (duduk) saat menerima penghargaan sebagai "Ibu Bangsa", berfoto bersama Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubiyanto Wiyogo (kiri), Sekretaris Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pribudiarta Nur Sitepu (dua kanan) dan Deputi Keseteraan Gender kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Agustina Erni. (Dok. Antara)

Jakarta, nujateng.com- Istri Presiden Keempat Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid dianugrahi gelas “Ibu Bangsa” oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Gelar Ibu Bangsa ini, menurut Ketua Umum Kowani, Ny Giwo Rubianto Wiyogo, diberikan atas jasa Ibu Sinta dalam memersatukan semua elemen bangsa.

“Ibu Sinta jasanya pada bangsa ini sangat besar. Semua suku, agama, dan ras dipersatukan. Bahkan hubungan antarbangsa,” kata Giwo dalam Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, Rabu (5/12) kemarin.

Sementara itu, Ibu Sinta mengapresiasi pemberian penghargaan sebagai Ibu Bangsa.

“Penghargaan ini bebas sekaligus amanah dan cambuk bagi saya untuk melecut semangat perjuangan untuk terus berjuang demi keutuhan bangsa dan Negara,” jelas istri Gus Dur.

Bagi Ibu Sinta, persatuan dan kesatuan merupakan pilar suatu bangsa agar dapat berdiri tegak.

Kemudian ia menceritakan upaya yang telah dilakukan dalam memelihara persatuan dan kesatuan dengan mengagas acara buka puasa dan sahur bersama, dengan mengajak seluruh komponen bangsa, tanpa melihat agama dan asal-usulnya.

“Buka puasa dan sahur bersama itu untuk mengekspresikan kebersamaan tentang rasa hormat, tolong menolong, saling menyayangi antaranak bangsa Indonesia,” tuturnya.

Di Indonesia, lanjut Ibu Sinta, adalah satu meskipun terdiri atas berbagai suku, bangsa, agama dan budaya, yaitu satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa.

“Penghargaan ini semoga bisa menjadi obor semangat untuk terus berjuang merajut keutuhan bangsa dan negara,” pungkasnya. (Ant/Wahib)