IPNU-IPPNU Diharapkan Mampu Hadapi Revolusi Industri 4.0

0
741
Presidium Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) H Zainut Tauhid Sa’adi, di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (22/12). (Dok. NU Online)

Cirebon, nujateng.com- Presidium Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) H Zainut Tauhid Sa’adi mengingatkan peserta kongres agar tidak hanya menjadikan forum tiga tahunan ini menjadi ajang pergantian pimpinan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk perbaikan organisasi.

“Kongres ini jangan hanya terjebak pada eforia untuk memilih pemimpin baru, tapi bagaimana menyiapkan organisasi yang lebih baik dan membuat program yang berdaya guna,” kata Kiai Zainut di Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (22/12).

Ia memaparkan, perjalan IPNU-IPPNU selama tiga tahun kemarin harus menjadi bahan evaluasi. Berbagai capaian harus ditingkatkan, sementara sejumlah kegagalan harus diperbaiki.

Di hadapan para peserta kongres, pria kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini pun memberikan masukan kepada peserta kongres agar ke depan mempunyai perhatian lebih terhadap tantangan revolusi industri 4.0 sebagai bagian dari perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari.

“Saya kira, semua kader IPNU-IPPNU harus menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan revolusi industri 4.0, kalau tidak, ya pasti kita akan terlibas dengan keadaan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum IPNU periode 2001-2003 Al-Amin Nur Nasution juga mengingatkan agar umur dua organisasi yang berdiri lebih dari setengah abad yang lalu ini menjadi momentum dalam merumuskan gagasan-gagasan untuk kemajuan IPNU-IPPNU.

“Kongres ini jangan hanya terpaku pada pemilihan ketua umum. Ramaikan saat rapat komisi organisasi, program, dan rekomendasi. Mari kalian rumuskan pola terbaik bagi IPNU-IPPNU untuk tiga tahun ke depan,” kata Al-Amin.

Oleh karena itu, Al-Amin mengimbau kepada peserta kongres agar mengikuti forum musyawarah ini dengan beradu gagasan dan program, khusunya menyangkut kaum milenial.

“Saya mengimbau agar seluruh kader IPNU-IPPNU yang mengikuti kongres ini saling beradu program, seperti bagaimana cara menggait kader, mengajak pemuda untuk ikut IPNU-IPPNU dan bagaimana pula organisasi ini bisa disenangi kaum millenial,” terangnya. (Sumber: NU Online/Wahib)