Santri Mempunyai Kontribusi Besar Menjaga Kedaulatan Negara

0
471
Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifudin saat ditemui usai launching Hari Santri, Jumat (10/8/2018). Foto: Abdus Salam

Jakarta, nujateng.com –  Penetapan Hari Santri  22 Oktober itu mengambil dari sejarah revolusi jihad yang dilakukan oleh para santri untuk merebut kembali negara Republik Indonesia dari penjajah. Perlawanan secara fisik ini tidak hanya membela kepentingan pesantren  tetapi lebih besar dari itu yaitu merebut bangsa ini dari penjajah agar tetap memiliki kemerdekaan.

Hal tersebut dijelaskan Menteri Agama Republik Indonesia, H. Lukman Hakim Saefudin, pada acara launcing Hari Santri 22 Oktober yang digelar di Aula Kementerian Agama, jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Menurut Menag, Negara menetapkan hari santri itu ada 2  prespektif. Pertama adalah rekognisi atau sebagai bentuk pengakuan negara mengakui santri punya kontribusi besar dalam ikut menjaga kedaulatan  kota, bangsa dan negara yang merdeka.  Itu merupakan sumbangsih yang luar biasa, maka dari itu negara  mengakui itu dengan menyatakan hari santri secara kusus.

“Kedua penetapan hari santri harus dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab yang lebih besar pada diri kita sebagai santri. Hakekatnya ada yang memikul tanggung jawab lebih besar dalam menjaga dan merawat Indonesia,” jelas Lukman.

Ditambahkan Lukman, bagaimanapun kita (santri) harus mampu menebarkan kedamaian, terlebih dizaman media sosial sekarang ini. Media sosial banyak di isi konten-konten yang  berpontensi memecah belah. Lukman Berharap santri harus mampu memberikan kontribusi yang bisa menyatukan umat untuk mempertahakan keutuhan negara ini melalui media sosial. (Abdus Salam/003)