Pemuda NU Harus Bendung Gerakan Islam Transnasional

0
1320
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang K.H Anasom melakukan sambutan pada acara ngaji kebangsaan bertajuk “Pemuda Hebat Cinta NKRI dan Pancasila“ di Wisma Perdamaian Semarang, Senin, (22/07) malam (doc.harun)

Tantangan pemuda NU di masa akan datang membendung munculnya Islam transnasional yang berperilaku tak sesuai dengan kultur Indonesia. Mempertengangkan agama dan nasionalisme menjadi salah satu agendanya.

“Harus ditanggulangi oleh pemuda NU sebagai bagian penting bangsa ini. Melawan anasir bangsa yang tidak kondusif itu menjadi perang penting dari ulama kita saat muda. Saya berharap pemuda NU kekuatan bangsa dan masyarakat untuk kebaikan,” ucap Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Semarang K.H Muhammad Anasom dalam sambutannya pada acara ngaji kebangsaan bertajuk “Pemuda Hebat Cinta NKRI dan Pancasila“ di Wisma Perdamaian Semarang, Senin, (22/07) malam

Peran yang ditaruh pada pemuda NU untuk menjaga kondusifitas kaum beragama warga NKRI sejak sebelum kemerdekaan.

“Maka NU merupakan gerakan terbesar bangsa ini. Ia diwarisi bangsa hebat yang damai ketika tempati oleh warganya sendiri. Bagaimana kalau negara tidak pernah damai ? Pemuda NU harus mengupayakan untuk saling menyatukan dan mengurangi permusuhan,” tutur Dosen UIN  Walisongo Semarang.

Motivasi kepada pemuda NU agar mencintai agama dan negara dibuktikan melalui medium lagu yang diciptakan oleh K.H Wahab Hasbullah.

“Lagu Syubbanul Wathon itu diciptakan pada tahun 1934 oleh para Kiai Wahab Hasbullah. Hal ini menyerukan kepada pemuda agar menumbuhkan semangat nasionalisme yang berarti tanah air yang sama. Kalau yang menjadi musuh kala itu menjajah sehingga kalau orang-orang Islam tidak bangkit oleh motivasi nasionalisme entah kapan kemerdekaan  akan di dapat,” pungkas pria asal Semarang. (009)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.