Membentengi Siswa dari Paham Radikal

0
1236
Pelantikan IPNU-IPPNU MA Fathul Huda di Sidorejo Sayung, Jumat (2/2). Foto: Salapudin

Demak, nujateng.com – Dalam membentengi para siswa dari ajaran-ajaran radikal yang membahayakan eksistensi NKRI seperti pemaksaan penegakan khilafah.

Kader-kader muda NU harus masuk ke sekolah-sekolah. Para kader muda NU harus memperkenalkan Islam ramah yang tidak mempertentangkan agama dengan negara kepada para siswa. Kader-kader muda NU harus mengajak para siswa di sekolah-sekolah untuk bergabung dengan Ikatan Pemuda/Pemudi NU (IPNU/IPPNU).

Itulah yang disampaikan Muhammad Abdurrochman, ketua IPNU Sayung, dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus IPNU-IPPNU MA Fathul Huda periode 2017-2018 di Sidorejo Sayung, Jumat (2/2).

“Karena itu sejak tahun lalu kami aktif menyosialisasikan IPNU-IPPNU di sekolah-sekolah di Sayung. Alhamdulillah, beberapa sekolah sudah mendirikan IPNU-IPPNU, di antaranya IPNU-IPPNU MA Fathul Huda ini,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Kepada pengurus IPNU-IPPNU MA Fathul Huda periode baru Abdurrachman berpesan untuk menebarkan Islam yang moderat.

“Dengan aktif di IPNU-IPPNU, maka kalian harus bersikap sebagaimana sikap para kiai NU, yaitu moderat, mengedepankan toleransi, santun, dan cinta tanah air,” lanjutnya.

Ketua IPNU-IPPNU terpilih, Yusril Asyari dan Azimatul Afifah mengaku siap menjalankan amanah yang diembannya.

“Meski berat kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan amanah ini,” ucap Yusril dalam sambutannya.

Pengurus baru IPNU-IPPNU MA Fathul Huda tersebut dilantik oleh pimpinan PC IPNU-IPPNU Demak, Najib dan Lailatul Qomariyah.

Mewakili PC IPNU Demak, Najib berpesan pada pengurus baru untuk terus melestarikan tradisi pesantren seperti pembacaan dhiba, tahlil, dan manaqib.

“Jangan lupa, pembacaan dhiba, tahlil, dan manaqib adalah tradisi kita. Maka kita harus merawatnya,” ujarnya. [Salapudin/009]