Berpulang, Ketua PC Lakpesdam NU Salatiga

0
1869
(alm) Mohammad Akbar. Foto: Waroeng HAM

Semarang, nujateng.com – Innalillaahi wa Inna Ilayhi Raaji’uun. Ketua Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Nahdlatul Ulama Kota Salatiga, Mohammad Akbar meninggal dunia pada Selasa (6/2/18) pukul 04.00 di Rumah Sakit Puri Asih Salatiga. Akbar meninggal setelah sempat mengalami koma beberapa jam.

Di kalangan aktivis sosial, kiprah almarhum sangatlah terasa. Terutama dalam upaya menjaga kerukunan di kalangan umat beragama. Itu dilakukannya bersama dengan sejawatnya di lembaga Percik Salatiga selain PC Lakpesdam tentunya.

Akbar terlibat dalam pelbagai upaya untuk menjaga harmoni di Salatiga yang kerap digadang sebagai “Indonesia Mini.” Dalam sebuah diskusi yang digelar akhir tahun kemarin, Akbar mulai merasa bahwa Salatiga terasa agak sesak. “Ketika menjadi mahasiswa di tahun 1990-an saya merasa Salatiga itu sangat sejuk, tetapi akhir-akhir ini mulai ada perbedaan yang saya rasakan,” terangnya.

Ia tidak memungkiri kalau tantangan dalam menjaga kebhinekaan di Salatiga itu ada dan terus akan hadir dalam pelbagai bentuknya.

Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Agama UKSW Salatiga itu kemudian menginisiasi terbentuknya berbagai wadah berkumpulnya pemuka-pemuka agama muda dari kalangan lintas agama. Salah satu yang sangat aktif hingga sekarang adalah KITA Famili yang kepanjangan dari Komunitas-Forum Agamawan Muda Lintas Iman.

Mereka menggelar pelbagai kegiatan baik yang yang bersifat formal (diskusi, seminar dan lainnya) atau informal seperti mengunjungi dan mengenali rumah ibadah dan lain sebagainya. Akbar bisa disebut sebagai duta nahdliyyin Salatiga untuk menguatkan fondasi kerukunan masyarakat Salatiga yang multikultural tersebut.

Sekretaris Pengurus Wilayah Lakpesdam NU Jawa Tengah, Tedi Kholiludin turut menyampaikan belasungkawa dan duka yang mendalam. “Saya sangat kehilangan. Dalam beberapa bulan terakhir, saya dan beliau berkomunikasi dengan sangat intens. PW dan PC Lakpesdam Salatiga beberapa kali mengadakan kegiatan bersama. Akhir tahun lalu ada diskusi pembuka untuk rencana sebuah riset. Tetapi Allah memiliki rencana yang terbaik untuk Mas Akbar,” kata Tedi.

Sebagai pribadi yang memiliki minat kajian dan gerakan yang kurang lebih sama, ia dan Akbar sering  terlibat dalam forum bersama. “Saya dan Mas Akbar beberapa kali hadir dalam forum yang sama. Tak heran, karena kami memang memiliki minat isu yang sama. Bahkan studi untuk jurusan yang sama,” terang doktor kajian Sosiologi Agama tersebut.

Salah satu yang menonjol dari Akbar, menurut Tedi, adalah karena Akbar tak pernah lelah untuk belajar. Di usianya yang tak lagi muda, Akbar masih terus semangat mencari ilmu dan memutuskan untuk melanjutkan studi pascasarjana. [Salam/001]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.