Ponpes Life Skill Daarun Najaah Jadi Pusat Pembelajaran Ilmu Falak Santri dan Mahasiswa Se-Indonesia

0
2749
Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah DR KH Ahmad Izzuddin MAg membimbing para santri menggunakan peralatan astronomi untuk mendukung pembelajaran Ilmu Falak. [Foto: KS]

Semarang, nujateng.com- Ilmu falak merupakan ilmu yang mempelajari peredaran benda-benda langit, khususnya bumi, bulan dan matahari untuk menentukan waktu sholat, arah kiblat, gerhana bulan dan matahari serta penentuan awal hijriyah. Inilah yang menjadi kekhususan pelajaran di pesantren yang berdiri pada 12 Mei 2012.

Di tengah kota metropolitan seperti Semarang, pondok pesantren masih mampu berdiri dengan kokoh dan gagah. Salah satu pondok pesantren yang tumbuh dan berkembang di pinggriran kota yang lambat laun menjadi kota metropolitan itu salah satunya Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah di Jalan Bukit Beringin Lestari Barat Kav C 131, C 754, dan C 755 Wonosari Nyaliyan.

Cikal bakal berdirinya pesantren ini sebenarnya telah berdiri pondok pesantren dengan nama Daarun Najaah saja yang ada di Jalan Stasiun No 275 Jerakah, Tugu pada 28 Agustus 2001 oleh KH Ahmad Izzuddin, menantu KH Sirodj Chudlori.

Izzuddin kala itu membadali (mengganti) pengajian kitab tafsir Jalalain setiap habis shalat Isya ketika KH Sirodj Chudlori berangkat haji awal 2000 yang diikuti remaja putra putri di sekitar Jerakah.

Kegiatan mengaji kitab Tafsir Jalalain yang sudah menjadi rutinitas yang diistiqamahkan pada akhirnya menggugah niat para remaja kampung tersebut untuk mondok (menetap) di ndalem (rumah) KH Sirodj Chudlori yang kebetulan saat itu beliau memiliki dua rumah bersebelahan.

Atas hasil ijtihad Izzuddin, awalnya pondok tersebut diberi nama Sirajul Hannan. Namun kemudian diganti dengan nama Daarun Najaah yang resmi berdiri pada 2001 dengan menerapkan metode life skill yang masih jarang diterapkan oleh pesantren pada umumnya.

Jumlah santri pun berkembang pesat. Izzuddin pun melebarkan pesantrennya dengan membeli rumah di Perumahan Beringin Lestari dan resmi mendirikan Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah.

Tak hanya kajian kitab-kitab kuning klasik tradisional, namun kegiatan lain seperti adanya Koperasi Aliyya Himmah, Jaringan Spiritual Daarun Najaah, program bahasa seperti Daarun Najaah Arabic Club (DAC) dan Daarun Najaah English Club (DEC), komputerisasi, Rebana Al-Hanaana Grup untuk putra, dan Al-Zahiida Grup untuk putri, serta penerbitan Buletin An Najwa dan Al Mahboeb Football Club menjadikan para santri tersalurkan bakat dan minatnya.

Apalagi, sebagai salah satu ahli falak ternama, pesantren ini memiliki fokus kajian pembelajaran dan pendalaman Ilmu Falak. Karena, Izzuddin juga dikenal sebagai Ketua Asosiasi Dosen Ilmu Falak Indonesia (ADFI), sekaligus dosen ilmu falak Fakultas Syariah UIN Walisongo, koordinator Diklat Lajnah Falakiyah PBNU Jawa Tengah serta anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI.

”Jadi selain mengaji kitab Nashaihul Ibad, Minhajul Qowim, Wasiatul Musthofa, Ta’limul Muta’alim, dan Ibnu ‘Aqil, para santri juga mengaji beberapa kitab falak, seperti Sulamun Nayyirain, Tibyanul Miiqat, Miizanul I’tidal, Addarun Aniiq. Kita juga mengajak santri praktek langsung menggunakan peralatan astronomi,” tutur Izzuddin.

Tak sedikit pula santri, maupun mahasiswa dari Aceh hingga Papua belajar khusus ilmu falak di pesantren ini. Dari 130 mahasiswa yang kini “nyantri”, juga berasal dari Aceh hingga Makassar.

Beberapa pesantren yang berkunjung untuk mempelajari khusus ilmu falak itu diantaranya dari Buntet Cirebon, kemudian ahli falak dari Bandung KH Maslukh, santri An Nuqoyah Sumenep Madura, santri dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, serta beberapa pesantren yang ada di Jawa Tengah.

”Pesantren ini memang saya inginkan memberikan pembekalan teknis, kalau hanya kitab tanpa teknis sosial, mereka jadi kurang nyaman. Kita juga bekali wirausaha, untuk membangun semangat kemandirian berbasis ilmu falak,” jelasnya. [KS/002]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.