PC Ansor Temanggung Lestarikan Tradisi Anjangsana

0
2166
Pengurus PCNU Temanggung foto bersama dengan Rois Syuriyah PCNU Temanggung, KH Yacub Mubarok usai acara halal bi halal, (30/06)
Iklan

Temanggung, nujateng.com- Sekurangnya 25 kader Ansor Temanggung kompak kunjungi tokoh teras Temanggung-an. Masih dalam suasana Idul Fitri tentunya mereka manunggal mengunjungi para tokoh tersebut. Mulai Kyai, aktifis dan tak luput pula tokoh-tokoh birokrasi yang menjadi tujuan pisowanan itu.

Tradisi anjang sana tersebut sengaja menjadi program rutin tahunan bagi PC Ansor kota Daun Emas ini. Tak lain kegiatan ini sarat akan tujuan yang sangat mendalam, yakni untuk melestarikan tradisi peninggalan Kiai untuk saling kunjung setelah bulan romadlon usai. Tak hanya itu pisowanan ini juga mampu sebagai media penjalin tali silaturahim.

“Kegiatan ini sengaja kami rutinkan tiap bulan Syawal, dengan maksud untuk menjalin silaturahim dengan tokoh-tokoh Temanggung, baik dari kalangan Kyai ataupun kalangan birokrasi”, tutur Yusron Avesia salah satu pengurus inti PC Ansor Temanggung, (30/06).

Pisowanan tersebut berhasil mengunjungi beberapa tokoh diantaranya : Rois Syuriyah PCNU Temanggung KH Yacub Mubarok, Ketua PCNU Temanggung KH Mhammad Furqon, KH Nu’man Dimyati, KH Isa Bachri, KH Thohir Muhlasin, KH Usman Ridho, KH Haidar Muhaiminan, dan Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi. Banyak pesan yang sengaja ditujukan bagi Kader Muda NU Temanggung dikala acara pisowanan ini. Diantara salah satu pesan tersebut disampaikan oleh KH Muhammad Furqon selaku PCNU Temanggung kepada kadernya. Beliau memaparkan betapa pentingnya untuk melestarikan ibadah yang sudah menjadi amalan rutin di bulan romadlon. Beliau juga berpesan tentang hakikat kemenangan yang sebenarnya.

“Ramadhan adalah bulan dimana semua umat muslim yang beriman diwajibkan menjalankan ibadah puasa, mereka saling berlomba-lomba meraih pahala yang begitu besar.Disitu semua aktifitas keseharian dipenuhi dengan ibadah, mulai dari dini hari smp malam hari, mulai dari sholat malam, tadarus dan pengajian tak lupa mereka berlomba untuk sholat berjamaah”, kata KH Muhammad Furqon. Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan ini masyarakat terus berlomba-lomba menghar pahala dan ridhoNya dengan meramaikan kegiatan amalan di Masjid.

“Masjidpun dipenuhi dengan jamaah yang mengejar pahala dan RidhoNYA, pun demi meramaikan bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan. Indah rasanya melihat umat Islam yang begitu antusias beribadah dengan penuh kekhusu’an. Ramadhan hakikatnya sebagai bulan percobaan, bulan pelatihan keimanan, bulan dimana semua umat muslim yang beriman di berikan waktu untuk memperkuat ketaqwaan. Karena pada waktu itu manusia di jaga oleh Alloh dari kemaksiatan dan kecenderungan menuruti bisikan setan”, imbuhnya disela-sela obrolan hangatnya.

Kiai Furqon, sapaan akrab alumnus sarang rembang ini menegaskan bahwa menyambut bulan Ramadhan yang utama adalah dibelenggunya setan-setan, dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.
“Ketika masuk bulan Ramadlan maka syaitan-syaitan dibelenggu, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup” (HR Bukhari dan Muslim). Lantas untuk apa Ramadhan sebagai bulan Pelatihan keimanan? Untuk mempersiapkan di sebelas bulan setelah Ramadhan ketika banyak cobaan dan bisikan setan. Apakah kita bisa terus sholat malam” terangnya.

“Apakah kita bisa terus tadarus di pagi hari/mlam hari? Apakah kita bisa terus menjaga sholat jamaahnya? Apakah kita bisa terus meramaikan rumah NYA? Apakah kita bisa terus belomba menggapai Ridho-Nya? Lebih – lebih apakah kita bisa menjaga lisan kita untuk tidak menyakiti sesama?? Ya, apakah kita bisa menjaga itu semua? Lantas apakah kita ini meraih Kemenangan setelah Ramadhan? Coba kita tanyakan pada hati yang ada di dalam diri kita. Karena Kemenangan sesungguhnya ialah ketika kita bisa istiqomah beribadah setelah Ramadhan”, tukasnya diujung obrolan acara halal bi halal. (Ja’far Aula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.