Jaga Keutuhan NKRI, NU Jateng Akan Gelar Istighotsah dan Apel Kesetiaan

0
2639

Semarang, nujateng.com- Maraknya kelompok-kelompok yang anti terhadap empat pilar kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 mendorong Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar acara istighotsah dan apel kesetiaan kader penggerak Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah dengan tema #CintaNUCintaNKRI di pantai Petanahan Kabupaten Jawa Tengah yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu-Minggu (15-16/4/17).

Panitia penyelenggara, Kiai Hudallah Ridlwan menyampaikan bahwa acara apel kesetiaan diadakan mendadak karena belakangan kondisi bangsa ini, terutama di Jawa Tengah, sedang banyak bermunculan kelompok-kelompok yang anti NKRI dan menguatnya radikalisme agama.

“Acara ini kami selenggarakan secara mendadak karena kondisi keagamaan dan kebangsaan kita sedang diganggu oleh kelompok-kelompok yang anti Pancasila, terutama di Jawa Tengah. Kami bersama para kader penggerak NU Se Jateng merasa tergugah untuk membangkitkan semangat kembali kepada masyarakat supaya bersama-sama menjaga NKRI yang telah dibangun oleh para kiai-kiai kita,” paparnya kepada nujateng.com, Jumat (14/4/17).

Meski waktunya mendadak, kata pria yang akrab disapa Gus Huda, insyaallah acara ini akan berjalan lancar. Pasalnya, warga NU selama ini masih mengikuti komando para kiai. “Artinya, kalau dari para kiai, para pengurus NU menginstruksikan untuk berkumpul, maka semuanya akan mengikuti. Apalagi ini diselenggarakan secara mendadak, masyarakat NU tahu bahwa ini bukan perkumpulan biasa, tapi perkumpulan yang akan berdampak besar bagi keberlangsungan kerukunan dan ketenangan umat beragama di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah,” jelasnya.

Menghadap ke Laut

Acara yang akan berlangsung selama dua hari ini, Sabtu-Minggu (15-16 April 2017), bertempat di pantai Petanahan Kabupaten Jawa Tengah. Pemilihan lokasi acara yang langsung menghadap ke laut menurut Gus Huda memiliki alasan tersendiri, yaitu untuk bersama-sama mengajak kepada para kader penggerak NU dan masyarakat secara umum untuk bersama-sama menjaga dan merawat kebhinnekaan dan tegaknya NKRI meski harus menghadapi tantangan yang besar sebagaimana harus mengarungi lautan.

“Pemilihan tempat lokasi di pantai ini bukan main-main, ini untuk mengajak masyarakat secara bersama-sama menjaga NKRI meski kita harus berhadapan dengan musuh di segala penjuru arah, di laut maupun di darat. Bagi NU, NKRI itu sudah final, karena itu siapapun yang berani mengancam kesatuan bangsa ini maka harus berhadapan dengan NU,” tegasnya.

Ditanya tentang pendanaan, Gus Huda menjelaskan bahwa selama ini warga nahdliyin dalam membuat acara tidak terlalu dipusingkan dengan persoalan dana. Semua acara yang kemaslahatannya untuk bangsa, orang-orang NU akan dengan ikhlas memberikan.

“Jadi kegiatan ini murni dari orang-orang NU sendiri, kami tidak meminta sumbangan dari partai politik atau instansi manapun. Bahkan, di pantai ini kami membayar tiket masuk semua peserta. Bagi NU, selama manfaatnya kembali kepada bangsa dan negara, maka rela berkorban apapun,” tuturnya. [AR/002]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.