Polda Apresiasi Sikap PWNU Jateng

0
2257
Polisis Daerah (Polda) Jawa Tengah menyelenggarakan silaturahmi bersama Ormas Islam di Jawa Tengah. Foto : Firdaus

Semarang, nujateng.com – Dalam menyikapi rencana aksi 4 November di Jakarta oleh ormas Islam, Polisis Daerah (Polda) Jawa Tengah menyelenggarakan silaturahmi yang mengundang seluruh perwakilan oramas antar umat beragama di kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah. Rabu, (02/10).

Dalam  forum  tersebut hadir  wakil Gubernur Jawa Tengah,  Pengurus  Wilayah Nahdlotul   Ulama   Jawa   Tengah   (PWNU),   Pengurus   Wilayah   Muhammadiyah,   Pengurus Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pengurus Front Pembela Islam Jawa Tengah (FPI), Lembaga Dakwah   Islam   Indonesia   (LDII),   Ikatan   Pelajar   Nahdlotul   Ulama   (IPNU),   Pemuda Muhammadiyah,   Pengurus   Forum   Kerukunan   Umat   Beragama   (FKUB),   perwakilan   dari Budha, Hindu, Katolik dan Kristen.

Kapolda Jawa Tengah,  Condro Kirono, mengatakan, bahwa acara ini sengaja diselenggarakan dalam rangka menyikapi rencana demo yang akan  diselenggarakan oleh ormas Islam di Jakarta. Menurutnya , acara   seperti   ini   tidak   hanya   diselenggarakan   di   Semarang,   namun   secara serentak   diseluruh   kabupaten   yang   ada   di   Jawa   Tengah

“Kami sengaja mengundang seluruh perwakilan ormas agama di Jateng untuk menyikapi aksi demo besok agar tetap damai dan tertib,”ujarnya.

Sementara itu,   Ketua   PWNU   Jawa Tengah, KH.  Abu   Hapsin, Ph.D   mengatakan, bahwa dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Ahok itu lebih baik hukum positif yang menyelesaikan,   dan   sepenuhnya   diserahkan   ke   pihak   yang   berwenang.

“Dugaan   penistaan agama sebaiknya kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, biarkan hukum berjalan sebagaimana   mestinya,   kita   negara   hukum   maka   biarkan   Polri   yang   menyelesaikannya,” tuturnya

Abu Hapsin menegaskan bahwa warga NU   dilarang   ikut   turun   demo   ke   Jakarta, karena itu sudah diluar batas penistaan agama, sehingga dikhawatirkan ada kepentingan-kepentingan   yang   menungganginya.

“Kami   tegaskan   bahwa   warga  NU   dilarang   ikut   aksi demo, biarkan Polri yang menyelesaikannya, mereka lebih tahu,”tegas Abu Hapsin.

Condro Kirono selaku Kapolda Jateng mengapresiasi sikap NU yang lebih mengedepankan suasana   damai   dan  menyerahkan   sepenuhnya ke aparat.

“Terimakasih   bapak,   kami   sangat mengapresiasi   sikap   NU   dan   kami  merasa   dapat   penyejuk   disaat   tensi   keberagamaan   di Indonesia sedang naik,” tukasnya di tengah forum silaturami antar umat beragama. (Firdaus/003)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.