KH. Maemon Zubair: Sekarang Kemajuan Islam Tidak Gemen-Gemen

0
2878
Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Sarang Kabaupaten Rembang, KH. Maimun Zubair.Foto; Abdus Salam

Semarang , nujateng.com – Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, KH. Maemon Zubair pada tausiyahnya di acara Halal bi Halal “Ngumpulke Balung Pisah” yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah bekerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim, di komplek kampus Fakultas Kedokteran, bulan lalu menjelaskan bahwa umat Islam sekarang ini banyak mengalami perubahan.

“Yang terjadi sekarang umat islam terjadi perubahan-perubahan, sebagaimana tiap ratusan tahun pasti ada perubahan, perubahan Islam mulai zaman dahulu tidak ada perubahan seperti sekarang,” jelasnya kepada jamaah yang hadir.

Menurutnya, perubahan yang terlihat jelas yaitu saat mempelajari agama Islam, kalau zaman dahulu orang mempelajari agama Islam itu harus menggunakan bahasa arab atau ditulis arab, namun sekarang sudah berubah. Sekarang belajar agama Islam sudah bisa menggunakan tulisan latin.

“Dulu orang mempelajari agama Islam itu harus dengan bahasa arab atau ditulis arab, sekarang berubah, nek ditulis arab tok gak iso maju.  Tidak bisa masuk di SD dan SMP. Maka banyak ditulis dengan huruf latin, sampai NU-ne dewe ketularan,” ujar Mbah Moen sambil tersenyum.

Tidak hanya itu saja, Mba Moen, sapaan akrabnya juga membeberkan kemajuan Islam sekarang  ini  tidak tanggung-tanggung. Karena jumlah umat Islam itu tidak kecil, tidak ada agama yang besar sebesar agama Islam.

“Sekarang kemajuan Islam tidak gemen-gemen, tidak kecil, jumlah umat Islam besar, ndak ada agama yang besar seperti Islam,” bebernya.

Mba Moen juga menceritakan bahwa saat berada di Spanyol tiga tahun lalu, di Spanyol, masih cerita Mbah Moen, merupakan negara Katolik yang anti dengan Islam, namun apa yang terjadi sekarang ini,  di ibu kota Spanyol yaitu Madrid ada masjid negara yang disediakan untuk tamu yang beragama Islam.

“Lihat di ibu kota Spanyol itu, mana? Madrid, sekarang ada masjid negara yang disediakan tamu yang beragama Islam, lebih-lebih tamu kesebelasan atau sepak bola,” jelas Mbah Moen, yang disambut riuh para jamaah.

“Apa yang terjadi setelah ada masjid di kanan kirinya orang Spanyol banyak yang masuk agama Islam,” tegasnya.  (Abdus Salam/003)