Gus Mus: Sawadul A’dham Itu, Ya Indonesia

0
1798
Rais 'Am Syuriah PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri (dua dari kanan) bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di komplek Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Sabtu malam (21/3). [Foto: G-penk]

Rembang, nujateng.com- Pelaksana tugas (Plt) Rais ‘Am Syuriah PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, mengatakan bahwa yang dimaksud Rasulullah Saw tentang Sawadul A’dham itu adalah Indonesia. Hal ini disampaikan kyai yang akrab disapa Gus Mus saat menerima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (LHS) di kediamannya di komplek Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Sabtu malam (21/3).

“Pada suatu pertemuan internasional, saya katakan dan nyatakan, bahwa yang dimaksud kanjeng Nabi, Rasulullah Muhammad Saw, tentang Sawadul ‘Adham, itu ya Indonesia, khususnya, tepatnya, Islam ala NU,” tegasnya.

Lebih jauh Gus Mus menceritakan bahwa paham keislaman mayoritas di dunia sebenarnya serupa dengan paham keislaman Nusantara. “Mari kita lihat, dari sisi kuantitas, kalau menurut LSI, orang-orang NU itu berjumlah 60 juta. Umpama itu benar, berapa kali lipat dengan jumlah penduduk Saudi Arabia, berapa kali lipat dengan jumlah muslim Malaysia? Jadi secara kuantitas, tidak terbantahkan. Dari segi kualitas, saya sudah ketemu dengan banyak ulama dan syekh dari banyak negara, ada Syekh al-Azhar, Grand Mufti Syiria, Grand Mufti Qatar, bahkan ketemu dengan ulama asli Swedia, Suleman Fan’ir. Ketika diskusi, pemahaman keagamaannya, persis dengan paham keagamaan Islam Nusaantara ala NU,” tambahnya.

Islam Rahmatan lil ‘Alamin

Pernyataan itu pernah dipertanyakan balik oleh pemikir Indonesianis dari Eropa, Martin Van Bruinessen. Menurut Martin, jika  pernyataan itu benar, kenapa pemahaman Islam yang mayoritas itu, yang moderat itu, tidak sampai ke Barat? Kenapa Barat hanya mendengar Islam dari paham keislaman minoritas di Saudi dan Timur Tengah? Kenapa Barat tidak tahu kalau di Indonesia ada Islam rahmatan lil alamin? Sejumlah pertanyaan itu kemudian dijawab sendiri oleh Martin.

“Eh, dijawab sendiri sama dia, bahwa sejak Pak Harto berkuasa, Islam menutup diri. Sebelumnya, semua orang tahu Islam Indonesia, Amerika, India, Afrika, bahkan mereka ketika melihat Bung Karno langsung mengatakan, Ahmad Soekarno Indonesia,” tutur Gus Mus, mengenang.

Menurut Gus Mus, ulama terdahulu kita, dihormati di mana-mana. Di Saudi misalnya, Kiai Turmudzi, Syaikh Yasin, Kiai Nawawi dan lain-lain, diakui. “Kini, kita diremehkan. Karena lebih terkenal sebagai TKI,” kekeh Gus Mus. [G-penk/002]​

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.