Alex Komang, Sosok Santri, Seniman Yang Low Profile

0
1723
Alm Alex Komang. [Foto: www.nu.or.id]

Semarang, nujateng.com- Seminggu lalu, Alex Komang, aktivis NU dari Lesbumi meninggal dunia. Sosok Alex Komang, artis gaek Indonesia itu dikenal sosok bersahaja dan low profile. Ia tak suka bermewah-mewahan, rumahnya di Jakarta tak besar, seperti umumnya para artis.

Salah seorang kerabatnya di Jepara, KH Muhammad Nasrullah Huda mengaku telah mengenal baik sosok Alex Komang sejak lama. Pribadi Alex di mata keluarga besarnya adalah seorang sederhana, low profile. Ia juga seorang santri.

Di mata keluarganya, sosok santri tidak bisa dilepaskan karena alamarhum anak tokoh agama kenamaan di Jepara. Ayahnya, KH Shohibul Munir adalah tokoh agama di Kecamatan Pecangaan, dan menjadi sosok penting di kalangan Nahdlatul Ulama Jepara.

Gen alami yang turun dari ayahnya itulah yang yang membuat pribadinya sederhana. Selain itu, semasa hidupnya, Alex juga mulai menyibukkan diri dalam dunia sufi, dunia dengan sikap kepasraan terhadap Yang Maha Kuasa.

“Saya melihat Mas Alex sangat menyukai dunia Sufi. Dia berusaha masuk di dalamnya, dengan kreasinya sendiri. Dia banyak membaca tentang teori al Ghazali dan tokoh Sufi lainnya,” aku Nasrul, baru-baru ini.

Sosok artis yang melekat pada dirinya juga tidak membuatnya jemawa. Meski sebagai orang beken, dia tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik. Dia tetap menjadi budayawan, bergaul dengan banyak orang tanpa lupa pada identitasnya.

“Almarhum budayawan, bergaul dengan gemerlap dunia selebritas, tetapi tetap pada prinsipnya, dia tidak larut dan terjerumus di dalamnya, dia santri,” tambahnya.

Dunia perfilman Indonesia kehilangan salah satu tokohnya. Alex Komang  telah meninggalkan dunia ini. Ia dikebumikan di kampung halamannya, Pemakaman Islam Sirandu, Desa Pecangaan Kulon, Kecamaan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Sabtu (14/2/2015) pukul 13.00 WIB lalu.

Pria yang bernama asli Saifin Nuha itu meninggal dunia pada Jumat malam di Rumah Sakit Kariadi Semarang pukul 20.00 WIB. Almarhum menderita sakit kanker hati yang sudah stadium lanjut setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Kariadi Semarang. Berbagai tokoh seniman dari Jakarta ikut melepas sang tokoh untuk memberi pengormatan terakhir. [Nazar Muhammad/0001]