NU Akan Menjadi Kekuatan Besar

1
1866
MEMBERIKAN PENGARAHAN: Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (pegang mic) memberikan pengarahan kepada PWNU Jateng dan PCNU se-Jateng, Sabtu (15/11/14). Foto: Ceprudin.

Semarang, nujateng.com- Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri menghendaki organisasi yang dinaungninya betul-betul menjadi jamiyah Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengingatkan bahwa warga NU secara kuantitas betul-betul besar. Sehingga mempunyai potensi yang luas biasa.

“Saya ingin betul-betul menjadikan NU menjadi jamiyah. Saya selalu mengatakan NU ini luar biasa besar. Warganya hampir mencapai 70 juta jiwa. Jumlah itu tak main-main,” kata kyai yang akrab disapa Gus Mus ini, pada acara”halaqoh regional dan sosialisasi UU Desa serta sosialisasi hasil Munas Konbes PBNU” Sabtu (15/11/14) malam di Hotel Metro, Semarang.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibien, Leteh-Rembang ini menyampaikan jumlah warga NU itu lebih besa dari negara-negara tetangga. ”Ini bisa kita melihat jumlah penduduk Saudi Arabia, Australia dan Malayasia. Penduduk negara-negara itu hanya sekitar 3-4 kali lipatnya warga NU di Indonesia,” jelasnya.

Dalam ormas NU, lanjutnya, ada dimensi jamaah dan jam’iyahnya. Jamaah merupakan isi sedangkan jam’iyah merupakan wadahnya. ”Mestinya jamaah ini harus lebur ketika diwadahi jam’iyah. Gus Mus mengdambakan NU semakin terorganisir dalam jam’iyah.

 

Pentingnya Jamiyah

“Tapi yang saya sesalkan jumlah besar warga NU itu gaungnya kalah dengan ormas-ormas kecil. Kenapa suaranya kalah dengan FPI yang hanya segelintir orang. Apa NU kurang galak, atau bagaimana?” seloroh kyai yang mempunyai banyak karya syair-syair ini.

Menurutnya, NU kalah suaranya dengan ormas kecil karena kurangnya jamiyah. Jika NU menjadi jamiyah maka kekuatan dengan jumlah jamaah yang sangat besar akan membentuk kekuatan yang sangat luas biasa. Termasuk dalam masalah suara ketika menjelang pemilu.

”Kalau menurut saya itu, karena kurang jamiayh. Bisa kita ambil contoh, coba kalau kita menjelang pemilu kita menjadi jamiyah. Nah calon-calon yang akan galau. Mereka akan mondar-mandir mendekati NU, galau. Tapi yang terjadi pada pemilu kemarin apa, malah NU yang galau,” sindir Gus Mus sembari disambut gelak-tawa para hadirin.

Dengan menjadi jamiyah, maka warga NU yang ada dibawah tidak akan bertanya-tanya harus milih siapa. “NU besar tapi tidak cucok dengan kebesarannya. Menurut saya untuk sekarang ini bagaikan pisau cukur tapi digunakan untuk iris berambang. Wong pisau cukur, ko untuk ngiris berambang, ya tak cucok,” tandasnya Gus Mus. (ceprudin)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.