Khidmat, Pelantikan PCNU Klaten

0
4424
Ketua PW NU Jawa Tengah, Abu Hafsin, kiri, saat melantik pengurus PC NU Kabupaten Klaten masa khidmat 2014-2019. (Foto: Munif)
Iklan

Klaten, nujateng.com- Acara pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Klaten periode 2014-2019 berlangsung khidmat, Rabu (26/11) malam. Acara yang digelar di Convention Hall W Wongso Menggolo Jalan Klaten-Solo KM 3 Ngaran, Mlese, Klaten, dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sirodj, Bupati Klaten, Sunarna, Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah Abu Hafsin, tokoh lintas iman dan sebanyak 7000 warga nahdliyin.

Dalam prosesi pelantikan kepengurusan PC NU Kabupaten Klaten dan segenap jajarannya, acara diawali dengan pembacaaan surat keputusan PBNU No 386/A.II.04.d/08/2014. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji yang diikuti seluruh pengurus mulai ranting dan banom-banom. Adapun susunan PC NU Kabupaten Klaten yakni Rais Syuriyah Drs KH Muchlis Hudaf, Katib Syuriyah Drs KH Wahib Adib. Sementara untuk Ketua Tanfidziyah H Mujiburrahman, sekretaris Drs Suryani dan bendahara dipegang H Badrul Munir.

Dalam amanatnya, Ketua Tanfidziyah, Mujiburrahman, menegaskan, kaum Nahdliyin yang merupakan organisasi Islam terbesar yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan ekonomi haruslah mengetahui sejarah bangsanya sendiri. Ia menerangkan, ada tiga alasan yang melatar belakangi lahirnya NU. Yakni, motif agama, motif nasionalisme dan motif mempertahankan faham ahlus sunnah wal jamaah. “Karena itu, NU lahir bertujuan untuk membentengi umat Islam Indonesia agar tetap teguh pada ajaran Islam dengan mengikuti faham sunnah nabi, sahabat dan ulama salaf. Sehingga, kita tidak tergiur dengan ajaran Islam sempalan dan sesat,” ungkapnya.

Di samping itu, dia menuturkan, pada kepengurusan periode ini setidaknya memiliki empat misi. Yaitu, menguatkan faham ahlusunah wal jamaah, mengupayakan peningkatan pendidikan dilingkungan NU, memberdayakan ekonomi umat. Selain itu, diharapkan menjadi mitra pemerintah daerah. “Jika hal ini dijalankan dengan baik, insyaallah organisasi kita akan lebih baik,” tandasnya.

Adapun Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj, menegaskan, meski umat Islam terbesar di dunia ada di Indonesia, namun bagi NU Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final. Said menerangkan, final karena NU sadar bahwa rakyat Indonesia mempunyai latar agama yang berbeda bukan hanya umat Islam. “Salah satunya prinsip NU adalah toleransi. Jadi, NU adalah jangkar utuhnya NKRI,” tuturnya.

Lebih jauh dia menambahkan, prinsip-prinsip NU yang mengedepankan toleransi dan keseimbangan itulah yang akan menjaga stabilitas negara dan bangsa. Sehingga, imbuh dia, aksi-aksi terorisme tidak dikenal di tubuh NU. “Makanya, saya meminta warga NU benar-benar melaksanakan ajaran aswaja yang dijalankan oleh para pendiri NU,” tandasnya. [Bams]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.