Monday, November 19, 2018

Menjadikan LTM NU Sebagai James Bond

Oleh : H. Jagarin Pane SE MM Organisasi keagamaan terbesar di negeri kepulauan nan elok ini mempunyai puluhan juta ummat, punya ratusan ribu Masjid yang...

FDS dengan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter

Oleh: Ruchman Basori Ketua Bidang Organisasi Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) dan Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Polemik kebijakan Lima...

Pancasila sebagai Percakapan Publik

Oleh: Tedi Kholiludin Ketika menyampaikan pidato pada peringatan lahirnya Pancasila 1 Juni 1977 di Gedung Kebangkitan Nasional Jakarta, salah satu proklamator sekaligus wakil presiden pertama...

Madrasah Diniyah dan Benteng Pertahanan Islam

Oleh: KH. Ubaidullah Shodaqoh Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Pelajaran madrasah diniyah (Madin) itu sebagai dasar pengetahuan siswa untuk masuk ke pondok pesantren yang hanya mengkaji...

Berdamai dengan Ibn al-Faridl (1235 M)

  Oleh: KH. Ubaidullah Shodaqoh (Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah) Sungguh mengenaskan nasib penyair yang berjuluk "Sulthon al-Asyiqin" ini. Beliau dituduh kafir dan diusir dimana-mana karena beberapa syiir...

Ramadlan di Era Digital

Oleh: Tedi Kholiludin Salah satu syiar digital ramadlan yang khas tahun ini adalah siaran langsung pengajian di pesantren melalui media sosial. Pengajian yang di pesantren...

Kodok

Oleh: KH. Ubaidullah Shodaqoh (Rais Syuriah PWNU Jateng) 25 ribu penandatangan petisi untuk polisi supaya menangkap nitizen yang menuliskan " Jakowi raja kodok " . Saya...

SER BANSER Nasibmu

Oleh: KH. Ubaidullah Shodaqoh (Rais Syuriah PWNU Jateng) Sebagai Nahdliyyin saya sering bersentuhan dengan Banser. Pengajian rutin, akbar, karnaval, penanggulangan bencana, mantu sampai parkirpun mereka terlibat....

Khalid Basalamah dan Pembubaran Pengajian

Oleh: Ceprudin Aktif di Pengurus Wilayah Lajnah Ta'lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah Gerakan Pemuda (GP) Pemuda Ansor dan Banser Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur,...

KH. Nafi Abdullah, Kiai yang Bersahaja

Oleh: Nur Shoib Saya bersyukur selama kurun waktu tahun 1995 s/d 1998 sehari-hari bisa menelusuri sudut-sudut Kajen dan sekitarnya yang banyak dipenuhi bangunan pondok pesantren,...