Tumbuhkan Semangat Berorganisasi, IPNU-IPPNU Bawang Ziarah Pendiri Organisasi

0
560

Batang nujateng.com Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bawang Kabupaten Batang melakukan ziarah makam pendiri IPNU-IPPNU. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk menumbuhkan semangat berorganisasi.

“Menguatkan ruh organisasi dengan sowan muasis (pendiri) IPNU-IPPNU dengan cara ziarah dan sowan kepada keluarga muasis,” kata ketua panitia, Maghfur Efendi, di Bawang, Kabupaten Batang, Selasa (8/10/2019).

Selain itu, lanjutnya, mengharap doa restu, motivasi, semangat dan arahan. Dalam kegiatan tersebut, dia juga berharap agar para kader mendapatkan motivasi dan arahan dari pihak keluarga atau keturunannya.

Disebutkannya, PAC IPNU-IPPNU Bawang melakukan ziarah ke makam Kiai Parak Bambu Runcing. Parakan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Makam Gunung Pring, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, makam pendiri sekaligus ketua pertama PP IPPNU, Nyai Hj Umroh Mahfudhoh yang terleatk di PP Sunni Darussalam, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, dan makam Pendiri sekaligus ketua PP IPNU pertama, yakni KH Tolkhah Mansoer yang terletak di Dengkolan, Komplek makam PP Al Munawir, Krapyak, Jogjakarta.

Sementara, Ketua PAC Ketua PAC IPPNU, Risqiyatul Khalaliyah merasa bersyukur dapat bertemu dengan Nyai Hj Nisri Nunnikmah, putri ketiga pendiri IPPNU di kediamannya. Kata Risqi, pada kesempatan tersebut, Nyai Nun mengungkapkan rasa bangganya terhadap generasi muda NU yang sangat peduli terhadap organisasi, salah satunya dengan melestarikan budaya silaturahmi kepada para muasis sehingga semua anggota IPNU-IPPNU dapat mengetahui sejarah pendiri dan menjadi pemantik semangat berorganisasi.

Ketua PAC IPNU Bawang, Hidayatunnafi’ mengungkapkan alasan memilih tempat ziarah tersebut. Menurutnya, KH. Muhaiminan Gunardo adalah salah satu tokoh NU yang sangat berpengaruh terhadap perjuangan kemerdekaan indonesia.

“Sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama patut kita kenang jasa beliau, guna meningkatkan cinta kepada NKRI dan cinta kepada Kiai,” ucapnya.

Komplek Makam Gunung Pring, lanjutnya, merupakan makam para ulama karismatik yang begitu berpengaruh terhadap perkembangan Islam di Indonesia.

Nafi’ berharap dengan mengenang perjuangan dalam mewujudkan berdirinya IPNU-IPPNU para kader IPNU-IPPNU dapat lebih yakin bahwasanya berjuang di IPNU-IPPNU tidak hanya mengaktifkan Organisasi.

Lebih dari itu, membentuk karekter pelajar yang cinta NKRI dan berhaluan Ahlussunah wal Jamaah, “Sesuai dengan tema kegiatan ini, Kuatkan Ruh Organisasi Dengan Sowan Muasis IPNU-IPPNU,” ringkasnya. (Rep: Rifqi/ Ed: Rs-011)