Fatrah dan Misi Profetik Muhammad SAW

0
331

Oleh : M. Yusuf Al Faruq*

Fatrah adalah fase interval terputusnya wahyu antara satu rasul Allah ke rasul yang lain. Syekh Nawawi al-Bantani dalam tafsir “Marah Labid” menyebut bahwa masa fatrah antara risalah Nabi Isa dengan Nabi Muhammad adalah 600 tahun. Dalam kurun waktu tersebut ada 4 nabi yang diutus oleh Allah.

Tiga di antaranya berasal dari Bani Israil sedangkan yang satunya berasal dari Arab yakni Khalid bin Sinan. Nabi Khalid menurut keterangan sebuah hadis adalah salah seorang nabi yang disia-siakan kaumnya.

Adapun masa fatrah antara Nabi Musa dengan Nabi Isa, menurut Syekh Nawawi, adalah 1700 tahun. Dalam rentang waktu tersebut Allah mengutus 1000 manusia pilihan-Nya sebagai nabi.

Perlu diketahui distingsi antara istilah Nabi dan Rasul. Nabi adalah orang-orang terpilih yang diberi wahyu berupa syariat yang menguatkan syariat nabi sebelumnya. Sedangkan Rasul adalah orang-orang terpilih yang diberi wahyu oleh Allah dengan syariat yang baru sebagai pengganti syariat nabi atau rasul sebelumnya. Artinya, setiap rasul pasti nabi dan tidak semua nabi itu rasul.

Antara nabi dan rasul oleh Allah sama-sama dikenai kewajiban tabligh (menyampaikan wahyu) kepada umatnya dan berdakwah mengajak mereka agar senantiasa dekat dengan Allah. Yang membedakan adalah tingkat kebaruan syariat yang didakwahkannya. Jadi, satu syariat yang diwahyukan oleh Allah kepada seorang rasul-Nya hampir pasti didakwahkan oleh lebih dari seorang nabi dan berpuncak pada risalah Nabi Muhammad SAW.

Kehadiran baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman di muka bumi ini ditugaskan oleh Allah untuk menjelaskan kepada umatnya perihal syariat teranyar-Nya yang terkandung dalam al-Qur’an sekaligus menasakh/menghapus berlakunya syariat-syariat nabi terdahulu setelah masa fatrah tersebut. Nabi SAW diutus dengan misi basyiran (menyampaikan kabar gembira dengan adanya surga) sekaligus nadziran (memperingatkan umat dengan adanya neraka).

*Alumni Tafsir Hadis UIN Walisongo Semarang

.