Wamenlu : Di Pesantren, Santri Belajar Berjejaring dan Keihlasan

0
445
Kredit Foto : Antara Jateng

Jakarta nujateng.com Wakil  Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir mengungkapkan tantangan santri di masa mendatang wajib miliki kemampuan dalam menghadapi isu global. Melaui organisasi santri akan belajar berjejaring dan keihlasan.

“Pengalaman beroganisasi di pesantren yang saya ikuti berdampak pada daya saing yang tinggi. Melalui organisasi akan membentuk keikhlasan dan jaringan,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada Peluncuran Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2019, di Auditorium HM. Rasjidi, Balai Diklat Kemenag RI, Jakarta Pusat, Kamis (19/9) malam.

Wamenlu berharap, melalui hari santri, interaksi dunia pesantren dengan dunia internasional semakin ditingkatkan.

“Keterbukaan dan peningkatan kapasitas di dunia internasional dalam bidang perdamaian dunia, harapan yang sesuai dengan tema Hari Santri Nasional 2019,” pungkasnya.

Pemilihan tema pperdamaian dalam peringatan Hari Santri 2019 merupakan salah satu respon atas terpilihnya Indonesia sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020 bersama 4 negara lainnya yakni, Jerman, Republik Dominika, Belgia, dan Afrika Selatan.

Serangkaian acara Peringatan Hari Santri adalah Santri Millennial Competitions, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara, Muktamar Pemikiran Santri Nusantara, Malam Kebudayaan Pesantren, Roan Akbar, Parade Santri Cinta Damai, Malam Puncak Santriversary 21 Oktober, dan Upacara Bendera saat Hari Santri pada 22 Oktober 2019.

Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin sejumlah perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat untuk Indonesia, pengasuh pesantren, utusan ormas Islam, serta para santri (Rep: Rs-011)