Menag Sampaikan Narasi Perdamaian Di Pembukaan Hari Santri 2019

0
422
Foto : Humas Kemenag

Menteri Agama Lukman Saifudin, membacakan narasi perdamaian saat pembukaan Peringatan Hari Santri Nasional di Auditorium HM. Rasjidi Kementerian Agama, Kamis (19/09) malam

“Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” menjadi tema pada gelaran Hari Santri yang ke -4.

Menag mejelaskan tentang Hari Santri wujud kehadiran negara pada kehidupan berbangsa dan bernegara di kalangan pesantren.

“Kita melakukan banyak hal, tidak hanya rekognisi. (Gerakan) afirmasi dilakukan terhadap peran santri,” tutur Menag.

Disela-sela pidato pembukaannya, Lukman Saifuddin membacakan narasi perdamaian. Tepuk tangan hadiri pun menggema ditengah-tengah acara dihelat. Berikut teks yang sampaikan Menteri Agama,  

Setiap agama, mengajarkan hal yang sama

Bahwa pada diri setiap manusia, Tuhan menitipkan bagian yang ada pada diri nya,

ke dalam diri setiap anak manusia

Wa nafakhtu fiihi min ruhii

Itulah mengapa, sebesar, sekeras, setajam apapun perbedaan antarkita

Tak bisa dijadikan alasan untuk kita saling merendahkan saling membenci,

dan saling meniadakan eksistensi sesama kita

Bukan hanya semata karena kita sesama saudara, sesama umat manusia,

tapi karena ada bagian dari tuhan yang ada pada diri setiap anak manusia

yang harus kita muliakan

Maka marilah kita senantiasa menebarkan kedamaian,

kepada siapapun, dimanapun dan kapan pun…

Lukman Saifudin menuturkan, esensi Peringatan Hari Santri juga mengajak masyarakat kepada subtansi ajaran Islam di era kekinian.

“Menyemaikan kedamaian, ramah, kasih sayang, dan ramah disebarluaskan ke lingkungan kita,” ucapnya.

Pemilihan tema pperdamaian dalam peringatan Hari Santri 2019 merupakan salah satu respon atas terpilihnya Indonesia sebagai salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020 bersama 4 negara lainnya yakni, Jerman, Republik Dominika, Belgia, dan Afrika Selatan.

Serangkaian acara Peringatan Hari Santri adalah Santri Millennial Competitions, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara, Muktamar Pemikiran Santri Nusantara, Malam Kebudayaan Pesantren, Roan Akbar, Parade Santri Cinta Damai, Malam Puncak Santriversary 21 Oktober, dan Upacara Bendera saat Hari Santri pada 22 Oktober 2019.

Pembukaan ini juga dihadiri Menteri Luar Negeri AM. Fachir dan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin sejumlah perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat untuk Indonesia, pengasuh pesantren, utusan ormas Islam, serta para santri. (Rep: Rs-011)