Kopdar Santrinet Hingga Upacara, Ini Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2019

0
544
Foto : Humas Kemenag

Jakarta nujateng.com Menteri Agama Lukman Saifudin, membacakan narasi perdamaian saat pembukaan Peringatan Hari Santri Nasional di Auditorium HM. Rasjidi Kementerian Agama, Kamis (19/09) malam

“Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” menjadi tema pada gelaran Hari Santri yang ke -4.

Rangkaian acara, Santri Milinnial Competitions, Kopdar Akbar Santrinet Nusantara, Muktamar Pemikiran Nusantara 28-30 September, Malam kebudayaan Pesantren 28 September, Roan Akbar 6 Oktober, Parade Santri Cinta Damai 13 Oktober , Malam Puncak Santriversary 21 Oktober dan Upacara Bendera pada 22 Oktober.

Menag mejelaskan tentang Hari Santri wujud kehadiran negara pada kehidupan berbangsa dan bernegara di kalangan pesantren.

“Kita melakukan banyak hal, tidak hanya rekognisi. (Gerakan) afirmasi dilakukan terhadap peran santri,” tutur Menag.

Pemilihan tema perdamaian dalam peringatan Hari Santri 2019 sebagai jawaban Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim. Menjadi salah satu anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020 bersama 4 negara lainnya yakni, Jerman, Republik Dominika, Belgia, dan Afrika Selatan.

“Kaum santri menjadi salah representasi populasi umat Islam Indonesia yang menyampaikan toleransi,”

Pada perhelatan Hari Santri ke-4, Menag menyampaikan, RUU Pesantren telah selesai di tingkat pertama. Peraturan tersebut, kini dibawa ke paripurna untuk disahkan menjadi UU. Produk hukum ini, bentuk afirmasi negara terhadap pesantren.

“Pesantren yang lahir dari masyarakat harus diakui negara, masa mendatang pesantren memiliki kemampuan memiliki kemampuan merespons tantangan zaman,” pungkasnya.   (Rs-011)