Kemarau Panjang, Ansor dan Banom NU Jatinegara Salurkan 15 Tangki Bantuan Air Bersih

0
457

Tegal, nujateng.com Kekeringan yang melanda di sejumlah daerah di wilayah Jatinegara Kabupaten Tegal Jawa Tengah, menggugah kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU Jatinegara Kabupaten Tegal untuk ikut membantu warga yang terdampak dengan mengirimkan bantuan air bersih.

Ketua Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Jatinegara Abdul Aziz mengatakan, sebanyak 15 truk tangki bantuan air bersih disalurkan ke beberapa desa yang mengalami kekeringan air diantaranya Desa Lembasari, Luwijawa, Dukuhbangsa, Gantungan, Lebakwangi dan Wotgalih Kecamatan Jatinegara.

“Untuk hari kemaren Kamis, 12/09 ada 10 tangki yang kita salurkan. Sedangkan 5 tangki lainnya, besok Sabtu, 14/09 kita salurkan ke warga yang membutuhkan. Semoga bantuan yang kecil ini bermanfaat untuk warga,” terang Abdul Aziz kepada nujateng.com, Jum’at (13/09).

Menurutnya, dana bantuan air bersih ini didapatkan dari sumbangan dan swadaya kader Ansor, Banser, Fatayat serta Badan Otonom NU Kecamatan Jatinegara.

Bantuan air bersih ini, lanjutnya, akan terus digerakkan ke daerah yang membutuhkan di wilayah Jatinegara.

Abdul aziz yang ikut turun langsung mendistribusikan bantuan air bersih ini mengungkapkan, sejumlah wilayah di Kecamatan Jatinegara, seperti di Desa Lembasari dan Luwijawa sudah beberapa bulan terakhir ini mengalami kekurangan air bersih akibat dampak kemarau panjang walaupun beberapa minggu ini sudah turun hujan tapi untuk mencari air bersih susah.

Melihat kondisi ini, pihaknya terdorong untuk berbagi dan berupaya meringankan beban masyarakat dengan mendistribusikan bantuan air bersih.

“Ini merupakan kepedulian Ansor dan Banser, Fatayat serta Badan Otonom NU terhadap warga yang mengalami kekeringan. Kegiatan ini sekaligus sebagai rangkaian peringatan Tahun baru Islam tahun 1441 H,” ujarnya.

Bantuan air bersih ini sangat ditunggu-tunggu oleh warga, terbukti warga rela antre hingga pukul 12.30 WIB. Anggota Ansor dan Banser dengan sabar dan telaten menuangkan air ke dalam jerigen dan ember milik warga yang telah mengantre. “Semoga bantuan dari GP Ansor dan Banom NU ini bermanfaat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah di Kecamatan Jatinegara mengalami kekeringan dan krisis air bersih beberapa bulan terakhir. Sedikitnya empat 5 Desa terdampak cukup parah dari kekeringan ini. Yakni, Desa Lembasari, Dukuhbangsa, luwijawa dan Wotgalih

Sumber-sumber air di wilayah tersebut, seperti sumur dan mata air kering. Tidak hanya itu, sejumlah sungai yang diandalkan warga sebagai sumber air alternatif juga tak lagi mengalir.

Wahroni, warga Desa Lembasari mengatakan kekeringan yang terjadi di desanya kurang lebih telah berlangsung lima bulan. Warga terpaksa harus mengambil air dengan jarak yang cukup jauh atau menunggu bantuan air bersih, untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK).

“Sumur-sumur di desa kami kering jika kemarau seperti ini. Untuk kepentingan mandi, masak, mencuci kami harus mengambil dari jarak yang jauh,” kata Wahroni

Bagi warga Desa Lembasari, termasuk Wahroni, air menjadi barang langka saat musim kemarau seperti ini. Oleh karena itu, ia dan warga lainnya rela antre untuk mendapatan bantuan air bersih dari GP Ansor ini.

“Pemerintah dan GP Ansor, Banser, Fatayat serta Badan Otonom NU ini yang terbilang sering mendistribusikan air bersih ke desa kami,” imbuhnya. (Rep: Tahmid/Ed: Rs-011)