JP3M Kota Semarang: Pesantren Jadi Pilihan, Bukan Alternatif

0
360

Semarang- nujateng.com Sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah mengikuti acara pembukaan pelantikan Jam’iyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Muballighoh (JP3M) Kota Semarang dan Raker Pengurus Pusat JP3M di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Rabu (28/08/2019) malam.

Ketua Umum JP3M, Hj Hanik Maftuchah mengemukakan, JP3M merupakan organisasi sosial keagamaan islam independen yang berdasarkan Ahlusunnah Wal Jamaah dengan mengedepankan silaturrahim dan ukhuwah.

Tujuan JP3M secara umum, kata Hanik, menyiapkan perempuan-perempuan pengasuh pesantren dan muballighoh yang tangguh untuk dapat berperan aktif dalam mengembangkan ajaran ahlussunnah wal jamaah annahdliyyah.

“Tujuan lainnya, yakni mengatur dan mengelola pesantren dengan sistem pendidikan sehingga pesantren menjadi sebuah pilihan bukan sekadar alternatif,” tuturnya dalam pembukaan jelang Pelantikan JP3M Kota Semarang dan Rakerpus JP3M Nusantara.

Diungkapkannya, JP3M yang terbentuk pada 2015 ini merupakan sebuah organisasi yang mewadahi anggota dari berbagai macam latar belakang.

Oleh karena itu, kemajemukan yang ada di JP3M ini diharapkan dapat saling bersinergi dan bersatu.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat atas terselengaranya upacara pelantikan dan Rakerpus JP3M. Hendi, sapaan Hendrar Prihadi juga mendorong agar perempuan khususnya di Semarang harus lebih tangguh.

“Semua kegiatan perempuan harus didukung,” ucap dia.

Di era teknologi, kata Hendi, seseorang bisa memperoleh informasi dari mana saja dan kapan saja. Akan tetapi, kemajuan teknologi juga berdampak banyaknya informasi tidak benar yang tersebar.

“Yang harus menjadi catatan dalam rakerpus nanti adalah bagaimana menjaga adik-adik santriwati yang menjadi generasi penerus dari hal itu,” katnaya berpesan.

Sehingga, lanjut Hendi, JP3M dapat menciptakan perempuan yang tidak hanya mampu melayani suami, tapi juga mampu berdikari.

Acara bertajuk “Meningkatkan Peran Bu Nyai dan Muballighoh dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” itu, diikuti sekitar 40 kabupaten JP3M se-Jateng dan perwakilan dari Jakarta, bali, banten, palembang, kalimantan, jambi, bali, lampung, jatim, jabar, sulawesi. Hadir pula, Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq, Ketua PW Fatayat NU, Tazkiyyatul Muthmainnah, Ketua MUI Kota Semrang, Dr KH Ali Imron, Pengasuh Ponpes Addainuriyyah 2, KH Dzikron Abdullah, dan para kiai, tokoh masyarakat serta para ketua JP3M kabupaten/kota. [Rep: Gigih/Ed:Rs-011)