Waspadai Perusak ibadah Haji di Era Medsos

0
791

Semarang nujateng.com Di era menjamurnya medsos. ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang paling rawan serangan ‘virus’ perusak ibadah.

Demikian disampaikan oleh KH Nasrulloh Afandi, Wakil Katib PWNU Jateng. Dalam tausiyah Acara pelepasan 254 orang Petugas Haji Provinsi Jateng 2019. Di Semarang (28/6)

Gus Nasrul, sapaan akrabnya. Ia mengawali tausiyahnya dengan mengutip pendapat Ulama besar Tasawwuf, imam Ibnu Atoillah as-sakandari, dalam karya fenomenalnya, kitab al-hikam: “Amal ibadah yang sangat memungkinkan untuk diterima oleh Alloh swt, adalah amal ibadah yang dilupakan oleh yang mengerjakannya, tidak diingat -ingat dan tidak disebut-sebut lagi. Juga menganggap amal ibadah yang telah dilakukan tersebut sangat sedikit dan tidak berarti”, tutur Doktor Maqashid Syariah Cumm laude Universitas al-Qurawiyin Maroko itu.

Sedangkan di medsos. Konteks ibadah haji, mulai baru daftar haji, banyak orang sudah di posting di medsos, dengan kalimat “alhamdulillah sudah daftar haji”, seolah -olah bersyukur.

Fenomena semacam itu, dikhawatirkan dalam hatinya ada gejala riya(ingin disanjung oleh sesama manusia). Maka hal semacam itu, lebih utama di jauhi. Tutur mubaligh atau dai NU alumnus pesantren lirboyo kediri itu.

Apalagi fenomena dunia maya nyata-nyata banyak terdapat, mulai persiapan keberangkatan haji, lebih-lebih, ketika jamaah sudah sampe di Makkah dan Madinah, banyak yang terlena dengan gelamor medsos, mereka bukannya fokus ibadah, mendekatkan diri pada Alloh swt dan mohon ampunan, tapi banyak yang justeru meluangkan waktunya asyik berselancar di medsos, meng upload segala macam aktivitasnya selama
Perjalanan ibadah haji”, tutur mubaligh NU yang serba bisa ceramah di berbagai forum kota hingga kampung pedalaman itu .

Gus Nasrul pun berharap, kepada para petugas haji, untuk bisa ikut serta meminimalisir atau mengarahkan para jamaah haji supaya tidak sibuk dengan medsos.

Memang, banyak juga yang saat melaksanakan ibadah haji tidak mau
posting atau upload aktivitasnya.

Tapi setelah pulang dari haji, semua amal ibadah atau aktivitasnya yang berkaitan dengan ibadah haji di upload semua di berbagai medsos, gejala itu juga sama menyedihkannnya, hanya menunda pamer ibadahnya”, tutur Gus Nasrul.

Sungguh sayang ibadah hajinya menjadi rusak karena upload di medsos mencari riya(Sanjungan dari sesama manusia) atau sum’ah(Popularitas pencitraan). Padahal sungguh banyak jamaah yang ngantri bertahun-tahun lamanya ingin benar- benar beribadah haji.

Bahkan lebih banyak lagi yang ingin berangkat ibadah haji. Tapi sama sekali tidak ada kemampuan biaya”, tutur kiyai muda pesantren Balekambang Jepara itu.

Gus Nasrul juga mengingatkan para calon jamaah haji, dengan mengutip pedapat Imam Abu Laits As-syamarqondi. dalam kitabnya Tanbihul Ghofilin, bahwa diantara syarat atau prosedur supaya Ibadah diterima, adalah adanya niat murni mengharap ridho Alloh swt, tanpa ada unsur duniawi atau politis, tutur alumnus pesantren Lirboyo kediri itu.

Sedangkan Ganjar Pranowo yang didampingi Wagub Jateng Taj Yasin, dalam kesempatan itu, ia berpesan, agar para petugas Haji dari provinsi jateng sejumlah 254, untuk melayani 30.255 jamaah haji asal jateng.

Agar para petugas haji bisa memberi contoh kepada para jamaah haji seluruh indonesia dalam hal kesopanan dan kesantunan pergaulan selama musim haji. Karena turut serta membawa nama harum Indonesia di matq dunia internasional”, tutur Gubernur Ganjar. (Rep; Rais/011)