PENGUKUHAN PAC IKA-PMII SE KABUPATEN DEMAK

0
460

Demak nujateng.com Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA-PMII) Kabupaten Demak mengadakan kegiatan halalbihaal dan pengukuhan Pengurus Anak Cabang Ikatan Alumni PMII (PAC IKA-PMII) se Kabupaten Demak pada Sabtu (20/07/2019) bertempat di aula Kantor Kecamatan Demak Kota.

Menurut Anis Mukhlas, Sekretaris Panitia, kegiatan ini sudah dipersiapkan sejak lama yang dirangkai dengan halalbihalal dan sarasehan mengambil topik khittah NU pada masa sekarang. 

“Sebetulnya kegiatan ini direncanakan pada bulan Juni lalu tetapi karena hal tertentu mundur diadakan bulan Juli terutama berkaitan dengan pengangkatan personal yang akan menjadi pengurus anak cabang di semua kecamatan yang membutuhkan waktu dan diskusi agak lama. Syukur alhamdulillah Demak menjadi cabang pertama kali di Jawa Tengah yang mempunyai kepengurusan hingga tingkat anak cabang. Ini amanah Anggaran Dasar IKA-PMII hasil Musyawarah Nasional VI Juli 2018 di Ancol Jakarta,” ungkap Anis Mukhlas.

Baca juga : Tafsir Mata Kucing Atas Penjara
Ketua Umum PC IKA-PMII Demak Drs. H. Mulyani M Noor, M.Pd, mengungkapkan, keberadaan PAC di seluruh kecamatan di Kabupaten Demak sangat mendesak mengingat alumni PMII di Demak jumlahnya sangat banyak mencapai ribuan baik yang berasal dari alumni PMII di Demak sendiri maupun dari kampus luar kota yang sudah pada pulang kampung. Tentu keberadaan mereka harus diberi wadah untuk bisa berkhidmah lebih maksimal dan terpola. 


“Tidak mungkin semua alumni PMII ditampung dalam kepengurusan cabang sehingga perlu dibentuk anak cabang dan ini sudah disahkan dalam Munas VI IKA-PMII tahun 2018. Di samping itu keberadaan PAC ini juga untuk membantu sukses program-program NU di masing-masing kecamatan dimana Majlis Wakil Cabang atau MWC NU berada. Untuk itu dalam waktu dekat para pengurus PAC ini akan kami gembleng dengan mengadakan Pendidikan Kader Penggerak NU atau PKPNU,” kata Mulyani M Noor yang juga salah satu Ketua PW IKA-PMII Jateng.

Baca juga : Merayakan Perbedaan dengan Bermaaf-Maafan [Khutbah Idul Fitri]
Pengukuhan PAC IKA-PMII se Kabupaten Demak dipimpin oleh Bupati Demak Drs. H. M. Natsir, S.Ag, M. Pd yang juga menjabat sebagai anggota Majlis Pertimbangan PC IKA-PMII Demak.


Dalam sambutan pengarahannya Bupati Demak menyampaikan selamat kepada para pengurus PAC yang baru saja dilantik. Beliau mengajak segenap komponen di IKA-PMII untuk mendukung program pemerintah terutama dalam rangka memperteguh ideologi Pancasila dan menjaga NKRI di tengah bahaya radikalisme berkedok agama. IKA-PMII merupakan aset besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Alumni PMII tersebar di banyak tempat. 


“Di Demak sendiri hampir setiap desa terdapat alumni PMII terutama yang dulu kuliah di berbagai kampus seperti IAIN yang sekarang menjadi UIN, IKIP yang sekarang jadi Unnes dan lain-lain. Untuk itu saya mengajak alumni PMII untuk terlibat dalam menyukseskan pembangunan di Demak,” tandas Bupati Nastir.

Baca juga : Sukma, Adakah Sajak Petani Negeri
Acara dilanjutkan dengan sarasehan yang menghadirkan dua tokoh mantan Ketua Umum IKA-PMII Demak yaitu Dr. KH. Abdurrahman Kasdi, Lc, M.Si, Ketua Umum PC IKA-PMII Demak periode 2007-2012 yang sekarang menjabat Wakil Rektor III IAIN Kudus dan Drs. H. M. Afhan Noor, M. Pd, Ketua Umum PC IKA-PMII Demak periode 2012-2017 yang sekarang menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Demak Abdurrahman Kasdi memaparkan bagaimana mestinya NU menyikapi setiap dinamika politik yang tengah terjadi baik di tingkat nasional maupun lokal.


“Kemarin ada Pilpres dimana tokoh-tokoh NU terlibat dalam suksesi salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. NU harus tetap netral tidak kemana-mana walaupun kadernya ada dimana-mana,” tandas Kasdi.


Hal yang sama juga diungkapkan Afhan Noor. Menurutnya NU adalah ormas besar yang warganya banyak sehingga wajar selalu dibutuhkan suaranya oleh setiap pelaku kontesten politik.
“Tahun 2020 Kabupaten Demak juga menyelenggar

akan pemilihan kepala daerah. Selama ini kabupaten Demak dikenal basis NU sehingga setiap momen pilkada selalu menyeret tokoh-tokoh NU untuk terlibat. IKA-PMII di sini harus ikut menjaga khittah NU agar gerbong NU tidak kemana-mana walau secara individu kader NU ada di mana-mana,” tandas Afhan Noor yang pernah menjabat Sekretaris PCNU Demak. (Kholid)


Abdurrahman Kasdi memaparkan bagaimana mestinya NU menyikapi setiap dinamika politik yang tengah terjadi baik di tingkat nasional maupun lokal.

Baca juga : KH. Abdullah Sajad, Kiai Pejuang dari Sedangguwo (Bag.1)
“Kemarin ada Pilpres dimana tokoh-tokoh NU terlibat dalam suksesi salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. NU harus tetap netral tidak kemana-mana walaupun kadernya ada dimana-mana,” tandas Kasdi.
Hal yang sama juga diungkapkan Afhan Noor. Menurutnya NU adalah ormas besar yang warganya banyak sehingga wajar selalu dibutuhkan suaranya oleh setiap pelaku kontesten politik.

“Tahun 2020 Kabupaten Demak juga menyelenggarakan pemilihan kepala daerah. Selama ini kabupaten Demak dikenal basis NU sehingga setiap momen pilkada selalu menyeret tokoh-tokoh NU untuk terlibat. IKA-PMII di sini harus ikut menjaga khittah NU agar gerbong NU tidak kemana-mana walau secara individu kader NU ada di mana-mana,” tandas Afhan Noor yang pernah menjabat Sekretaris PCNU Demak. (Rep: Kholid/Ed:Rs-011)