Kuatkan Pemberdayaan Berbasis Digital, NU Care-LAZISNU Gandeng Go-Jek

0
266

nujateng.com Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus mendorong pemberdayaan wirausaha dan ekonomi umat dengan berbagai strategi, seperti membangun sinergi dengan Go-Jek sebagai perusahaan teknologi on-demand.

PBNU melalui NU Care-LAZISNU telah resmi menjalin kerja sama dengan layanan dompet digital Go-Pay dalam sistem Go-Jek. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Go-Jek dan Go-Pay dilangsungkan di Gedung PBNU, Jakarta, pada Selasa (16/07).

Wakil Ketua Umum PBNU, Mochammad Maksum Mahfoedz, menjelaskan bahwa kolaborasi ini merupakan upaya untuk mempercepat digitalisasi ekonomi umat.

Baca juga : Gandeng Go-Jek, NU Care-LAZISNU Kuatkan Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Digital

 “Dengan kerja sama ini, kami berharap NU Care-LAZISNU bisa menjadi lembaga pengelola dana masyarkat yang amanah dan profesional untuk pemberdayaan umat,” kata Maksum dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PBNU, Aizzuddin Abdurrahman mengapresiasi kerjasama antara NU Care-LAZISNU dan Go-Jek ini. Menurutnya, upaya digitalisasi ekosistem NU Care-LAZISNU tidak hanya akan mempermudah masyarakat, tapi juga meningkatkan transparansi LAZISNU sebagai lembaga amil zakat nasional.

 “Digitalisasi ini mampu mengompres banyak hal lebih mudah. Kerja sama ini juga diharap dapat mengembangkan pemberdayaan dan membantu masyarakat lebih sejahtera,” ujar pria yang akrab disapa Gus Aiz ini.

Baca juga : Cek 5 Golongan ini Wajib Bayar Fidyah

Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat, mengatakan dana yang akan terkumpul dari donasi melalui Go-Pay akan dimanfaatkan untuk program-program pendistribusian dan pendayagunaan yang terfokus pada sembilan pilar program, yakni Sosial dan Keagamaan; Kebencanaan; Kesehatan; Pendidikan; Ekonomi; Hukum, HAM dan Kemanusiaan; Budaya dan Pariwisata; Sumber Daya Alam dan Pengolahan, serta; Lingkungan Hidup dan Energi.

“Kami terus mendorong inovasi kemudahan zakat melalui layanan digital, baik digital banking, melalui e-commerce maupun financial technology. Dengan memaksimalkan #EnergyOfZakat melalui pengembangan berbagai model pembayaran digital ini diharapkan mampu membangun arus baru ekonomi masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, sinergi ini merupakan tugas bersama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di bawah yang membutuhkan bantuan.

“Inilah tugas kita bersama-sama membantu masyarakat. Go-Jek sebagai karya anak bangsa dan NU sebagai bapak bangsa. NU memiliki jamaah yang tersebar sampai tingkat bawah dan Go-Jek memiliki teknologi yang sudah mapan. NKRI pasti jaya,” ucap Ajat, biasa disapa.

Baca juga : NU Harus Segera Merumuskan Fiqh Lingkungan

Sementara itu, Vice President Public Affairs Go-Jek, Siti Astrid Kusumawardhani, menyatakan bahwa sebagai perusahaan teknologi on-demand, pihaknya ingin memberikan manfaat kepada banyak orang melalui ekonomi digital.

“Oleh karena itu, kami hari ini sangat berbahagia bisa memulai bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU,” ujar Astrid.

Kerja sama ini, kata Astrid, merupakan kolaborasi strategis antara Go-Jek dengan ekosistem NU.

“Melalui kolaborasi dengan NU Care-LAZISNU ini, kami percaya bisa mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi umat berbasis digital di Indonesia,” katanya.

Baca juga : Pesan Tersirat dari Dhamir dalam Kitab Al-Amtsilah At-Tashrifiyyah

Head of Corporate Communication Go-Pay, Winny Triswandhani, menambahkan, saat ini masyarakat bisa memanfaatkan metode scan QR dan Go-Pay untuk berzakat, infak, dan sedekah di NU Care-LAZISNU melalui program donasi digital yang disediakan dalam aplikasi.

 “Lewat metode scan QR Code, pengumpulan donasi zakat, infak, dan sedekah lebih cepat dan transparan. Karena 100 persen hasil donasi akan masuk ke rekening NU Care-LAZISNU, tanpa potongan,” imbuh Winny