Gunungpati Sabet Juara Umum, Durrotu Aswaja Sumbang 4 Medali

0
799

Semarang nujateng.com – Kecamatan Gunungpati Kota Semarang berhasil menyabet juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kota Semarang beberapa hari lalu. Dalam kesempatan tersebut Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah (PP Durrotu Aswaja atau PPDA) menyumbang 4 trofi atas keberhasilan tersebut.

Empat orang santri yang berprestasi tersebut diantaranya Muhammad Hasan yang menyabet Juara 1 dalam Lomba Kaligrafi putra, dan Ikrimatul Lailiah juga menyabet Juara 1 dalam Lomba Kaligrafi. Trofi selanjutnya dipersembahkan Moh Fika Al Muzabbib dan Nurilhilmah yang masing-masing berhasil membawa pulang juara 3 dalam Lomba Tafsir Bahasa Arab putra, dan putri.

Saat ditemui di PPDA Banaran, Gunungpati, Kota Semarang lurah pondok putra, Moh Fika Al Muzabbib mengatakan hal tersebut di luar dugaan. Pasalnya tidak ada persiapan khusus yang dilakukan untuk menghadapi kejuaraan tersebut. “Tidak ada persiapan khusus dari pesantren. Semuanya mengalir sesuai program pesantren,” ungkapnya, Minggu (30/6/2019) malam.

Baca juga : Gus Muwafiq : Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila Persatukan Kita

Meski demikian, lanjut santri yang juga ikut dalam delegasi, para delegasi secara mandiri mempersiapkan segala sesuatunya secara personal.

Diterangkannya, proses seleksi dilakukan di Kecamatan Gunungpati oleh pegawai Kecamatan. Selanjutnya diambil satu yang terbaik untuk maju mewakili lomba pada tingkat Kota Semarang. Sedikitnya terdapat 360 peserta dengan berbagai kategori, diantaranya tingkat umum terdapat cabang lomba tafsir, cabang lomba kaligrafi, dan Cabang Lomba Tilawah.

Selanjutnya, untuk cabang Lomba Tahfidz tingkat pelajar dengan kategori juz 30 diikuti peserta SD, dan tingkat SLTP mengikuti lomba di cabang Tahfidz dan Tilawah kategori 1 juz, Tahfidz dan Tilawah 1 sampai 5 juz, sedangkan untuk pelajar tingkat SLTA mengikuti Lomba Tahfidz dan Tilawah 10 juz, 20 juz, dan 30 juz.

Dia berharap, adanya prestasi yang diraih oleh para santri menjadi acuan agar pembinaan di lingkungan pesantren terus ditingkatkan sebagai nilai plus daya saing.

Baca juga : Gus Mus dan Zamawi Imron Bakal Hadiri PPN XI di Kudus

Sementara, pengasuh PPDA Kiai Agus Romadhon menegaskan sampai sejauh ini belum ada pembinaan khusus bagi santri yang menjadi delegasi dalam berbagai even perlombaan yang diikuti. “Semua mengalir apa adanya, potensi santri sudah dikembangkan sesuai mekanisme dalam Unit Kegiatan Santri (UKS),” tegasnya.

Sesuai ketentuan yang berlaku, meski berhasil membawa pulang 4 medali dalam kejuaraan tersebut, namun hanya 2 orang yang berhak melaju di tingkat provinsi. Yakni 2 orang santri PPDA peraih juara pertama yang berhak mewakili Kota Semarang maju tingkat Provinsi Jawa Tengah. (Rep: Rifqi/Ed:Rais/011)