KH. Ma’ruf Amin : Khilafah Bukan Ditolak Tapi Tertolak di Indonesia

0
818

Semarang, nujateng.com – Mustasyar PBNU KH. Ma’ruf Amin khilafah tertolak di Indonesia sebab menyalahi kesepakatan para pendahulu Republik Indonesia. Para pendiri negara menyepakati bentuk republik.

“Khilafah bukan ditolak disini melainkan tertolak. Artinya tidam bisa masuk karena menyalahi kesepakatan,” tuturnya saat memberi arahan di acara Halaqoh Kebangsaan bersama PWNU Jateng di PO Hotel Semarang, Rabu (19/06/2019) siang.

Mendirikan khilafah sama seperti naqdul mitsaq (merusak kesepakatan) yang telah ada. Hal tersebut membuat kegaduhan di dalam negeri.

“Saya mengatakan Indonesia daarul mitsaq (negara kesepakatan) kalau di luar itu berarti bikin gaduh,” katanya.

Ia mengajak warga NU agar berusaha memberikan pengertian tentang negara kepada masyarakat. Sebab dalam aswaja ajarannya mencintai negara.

hubbul wathon minal iman dalam rangka merawat NKRI,” tambahnya.

“Indonesia kan negara yang sudah ada kesepakatan bisa saya sebut Islam kafah ma’a mistsaq. Kalau mereka yang tak bersepakan harus di ajak diskusi,”ungkapnya.

Ma’ruf Amin menyayangkan kelompok-kelompok yang mengusung khilafah namun menafikan sistem lainnya tidak islami.

“Semuananya islami, buktinya ada kerajaan Saudi arabi, kerajaan hasimiyah di Yordania. Selain itu ada Ke- amiran di Kuwait dan Qatar, sedangkan republic dianut oleh Indonesia dan Mesir. Semuanya Islami,” pungkasnya.

Halaqoh Kebangsaan dan Halal Bi halal  dihadiri oleh, Rois Syuriah PWNU Jateng KH. Ubaidillah Shodaqoh, Wakil Sekretaris PWMU Wahyudi, Ketua PP Aswaja Center KH. Misbahul Munir MA, Kapolda Jateng Irjen. Pol. Dr. Ryzko Amelda, Jubir BIN  Dr. Wawan Purwanto , Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua MUI KH Ahmad Darodji, Ketua FKUB Jawa Tengah Taslim Sahlan, PP. Futuhiyyah Mranggen KH. Hanif Muslih, Pengasuh Ponpes Girikusumo KH. Munif Zuhri. (Fadli, Ruri/ 011)