Gus Mus : 5 Hal yang Membuat Manusia Lupa Bersyukur

0
12284
KH A Mustofa Bisri

Malang, nujateng.com – Banyak orang mengira “Halal bihalal ” itu berasal dari Timur Tengah. Coba cari di kamus munjid, misbahul munir, lisanul Arab, pasti tidak ada. Tapi di KBBI ketika dientry halalbihalal keluar ha·lal·bi·ha·lal/ n hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa ramadan. Hal tersebut disampaikan KH. Mustofa Bisri sebagai pembuka acara Halal Bihalal di Ponpes Gasek Malang, Jum’at (21/06/2019).

Pada acara tersebut Gus Mus berkesempatan menjadi  pembicara sebagai mauidho khasanah. Ada beberapa hal yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang ini.

“Ada sebuah riwayat menyatakan, ada satu dosa yang belum bisa diampuni sebelum bertemu dan saling meminta maaf,”jelas Gus Mus.

Ditambahkan Gus Mus, sebagai manusia ada lima  hal yang kita lupa untuk bersyukur, yaitu kita ciptakan menjadi manusia. Allah menciptakan makhluk lain seperti batu, tumbuhan dan hewan. Mereka bisa merasakan tapi tidak bisa mengekspresikan apa yang dirasakan.

“Berbeda dengan manusia makhluk sempurna. Bisa merasakan, berfikir, dan memilih mana yang baik dan buruk. Cara mengsyukuri yaitu dengan menjadi dan menjaga kemanusiaan kita,” jelasnya.

Cara bersyukur yang kedua yaitu dipilih menjadi orang islam. Banyak orang yang belum mendapat hidayah, meskipun dekat dengan khairil anam Nabi Muhammad SAW, seperti Abu Lahab.

“Kita yang seribu tahun lebih zaman kanjeng nabi, dan tak ada tali kerabat alhamdulillah menjadi orang islam,”tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan Gus Mus lima hal yang membuat kita lupa bersyukur yaitu mempunyai Nabi Muhammad SAW, beliaulah pemimpin yang agung, pemimpin yang manusia memanusiakan manusia dan mengerti manusia. Keempat yaitu menjadi orang NU.

Banyak di luar yang tidak senang dengan Nahdlatul Ulama, dengan menyerang dan menjatuhkan NU demi kepentingan politik. Cara mensyukurinya yaitu dengan mempelajari ajaran NU, jangan ikut-ikutan dan termakan berita hoax. Yang jelas mulai ranting, PAC, PC sampai pusat. Hanya ada di NU yang guru-guru yang mempunyai sanad guru bersambung sampai Rasululloh SAW.

Kelima yaitu, menjadi orang Indonesia. Cerita Gus Mus, waktu Grand Syekh Al-Ahzar Mesir  ke Indonesia dan berkata “هذه قطعة من الجنة” Ini (Indonesia) potongan dari surga. Tapi Gus Mus menafsirkan قطعة sebagai miniatur.( Jazuli/003)