Quraish Shihab : Kemanusiaan Sejalan Sikap Keagamaan

0
598

Kendal nujateng.com  Prof .Dr KH Quraish Shihab beliau menghadiri haul almarhum al-maghfurlah KH Ahmad Abdul Hamid dan KH Wildan Abdul Hamid yang di laksankan di halaman Pondok Pesantren Roudlatul Mutaallimin Pegulon, Kendal, Rabu (10/042019) malamTurut hadir di acara tersebut KH Ahmad Musthofa Bishri (Gus Mus) wakil Rektor satu UIN Walisongo Semarang Dr. Musahadi M.Ag dan tamu undangan lainya.

Ahli tafsir al-Qur’an .Quraish Shihab menyampaikan peringatan haul ini merupakan ajang silaturrahim bagi kita semua dengan harapan mampu melanjutkan cita-cita para ulama dengan ajaranya yang damai .
Mencintai ulama

Satu hal yang menarik dari tausiyahnya yang dapat kita ambil pelajaran antara lain dalam menjalankan dakwahnya ,beliau sedikit menceritakan ,Al Marhum kiyai abdul hamid lahir dari keluarga ilmuan dan ilmuan disisi allah memiliki derajat yang sangat tinggi sehingga di abadikan dalam Al quran innama yakhsallaha min ibadihi ulama manusia mendapat kehormatan itu karena keilmunya ,tanpa ilmu manusia tidak memperoleh kehormat.

Bukankah malaikat sujud karena ilmu yg disandang oleh Nabi Adam AS akhirnya para malaikat sujud karena ilmu. Oleh karena itu kita diwajibkan mencintai ulama apalagi pengajara pengajaran yang penuh dengan cinta dan kasih sayang ,beliau melanjutkan bahwa agama islam adalah agama cinta.

Rosulallah SAW menganjurkan terhadap ummatnya barangsiapa yang mencintai saudaranya atau mencintai seseorang maka hendaklah ia menyampaikan kepada yg ia cintainya Rasulallah juga bersabda Almar’u ma’a man ahabba seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.

Mencintai ulama bukan hanya sebagai wacana dalam sosial bahkan Agama islam sendiri mengajarkannya, Beliau menerangkan “Cintai segala sesuatu, Cintai agamamu, Cintai rosulmu Cintai ulamamu bahkan Cintai rusukmu karena kamu adalah manusia.

Persaudaraan antar Agama

Berawal dari ajaran cinta dalam agama ,oleh karena itu islam tidak hanya menganjurkan persaudaraan Seagama tapi juga persaudaraan kemanusiaan antar Agama ,beliau menerangkan akhir akhir ini ada sebagian orang yang mempertentangkan antara persaudaraan seagama dan persaudaraan sekemanusiaan seolah Dilarang dan ini memang terjadi dimana mana bahkan di Negara kita sendiri.

Padahal Allah SWT berfirman :Allah SWT tidak pernah melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil itu tafsiran umum berlaku adil terhadap orang orang yang tidak mengusir kamu dan terhadap orang yang tidak memusuhi kamu dalam agama,memerangi kamu dalam agama atau mengusir kamu dari tumpah darahmu.

Ibnu Arobi berkata :Berbuat berlaku adil di situ memberikan sebagian harta terhadap orang lain dan tidak terbatas ,sekalipun terhadap musuh bahkan berlaku adil terhadap musuh itu wajib apalagi terhadap orang yang bukan musuh karena mereka juga manusia seperti kita .ini sebenarnya yg di ajarkan oleh ulama ulama kita yang sejati ingin menciptakan masyarakat yg hidup berdampingan dan saling mencintai.

Pencipta Wallahu ‘Almuwafiq ‘Ila Aqwami Thorieq

Diantara pelajaran pelajaran penting yang disampaikan beliau saat mengisi tausiyahnya. Beliau sangat mengapresiasi dengan sebuah karya yang sangat fenomenal oleh almarhum yaitu ungkapan mengakhiri setiap pidato dengan kalimat wallahul muwafiq ilaa aqwami thorieq Beliau Prof.Quraish Shihab menerangkan dengan rinci makna dibalik kalimat simple itu.

Beliau merasa ada keunikan makna dalam kalimat tersebut “biarpun saya lama dimesir saya tidak menemukan kalimat itu dan saya hanya menemukan di kalangan ulama Nahdlatul Ulama,dan dari ungkapan ini sangat mencerminkan ajaran agama yang sesungguhnya”

Dalam Al Quran Kata Taufiq hanya dua kali, kata taufiq kalimat ini yg disusun oleh ulama yang sangat faham menurut hemat beliau kalimat itu terinspirasi Nabi Syuaib yang dapat kita temukan di bagian akhir akhir Surat Hud Disamping itu Nabi Syuaib mendapatkan gelar sebagai Khotibul Anbiya (Penceramahnya para Nabi) karena Nabi Syuaib terkenal dengan gaya bahasanya yang tersusun rapi saat menasihati .

Kemanusiaan Diatas Keberagamaan

Taufiq menurut beliau adalah persesuian antara dua kubu yang bertentangan ,Dalam pandangan filsafat bangsa kita musyawarah adalah mufakat ,mufakat itu seakar dengan kata taufiq, Kongkritnya Disaat seseorang sudah mendapat taufiq dari allah maka selesailah setiap persoalan, taufiq dari allah adalah persesuaian antara kehendak allah dan kehendak seseorang kalau persesuaian ini sudah diperoleh maka setiap pertikaian ,perdebatan akan selesai .

n bernegara pun kita mohon persesuaian (Taufiq), dalam hal ini Rasulallah SAW disatu kesempatan pernah menggagalkan umroh ke makkah demi tercapainya persesuaian (taufiq) dan ishlah perdamaian dengan kaum musyrikin di mekkah beliau bersedia membatalkan perjalanan umroh untuk kembali ke madinah ,beliau juga pernah menghapus kalimat bismillahirrohmanirrohim dalam satu naskah demi terciptanya perdamaian ,selain itu Rasulallah SAW juga bersedia menghapus kalimat Rasulallah dalam naskah perjanjian Muhammad Rasulallah dengan Muhammad bin abdillah demi Tercapainya perdamaian .
Oleh karena itu dari karya almarhum KH Abdul Hamid ini mendapatkan sarinya ajaran islam yang sesungguhnya yang dikemas dalam bentuk kalimat yang digunakan penutup setiap pidato atau ceramah

Kemudian Alumni Al Azhar itu menyampaikan “oleh karenanya berkata keberagamaan itu setelah kemanusiaan ,kemanusiaan lebih tinggi bukan berarti kemanusiaan lebih tinggi dari agama tapi keberagamaan . Contohnya kalau anda punya air hanya sekedar untuk wudhu kemudian ada anjing kehausan maka berilah anjing karena itu kemanusiaan ,kalau anda punya biaya untuk naik haji tetapi keamanan terganggu maka jangan pergi haji karena kemanusiaan diatas keberagamaan .in uridu illa islah wama taufiqi illa billah saya mau menemukan titik temu.

Bangsa ini kiai kiai kita wahid hasyim kahar mudakkir dkk bersedia menghapus 7 kata dalam piagam jakarta demi persatuan saya tdk bisa menemukan persesuaian itu islah itu kecuali dengan bantuan allah.”ungkap beliau sebelum penutup
“Kita hidup dalam kedamaian paling tidak damai yang fasif tidak harus damai yang aktif.artinya minimal kalau anda di bis diam tidak saling menyapa itu sudah damai tapi yang fasif”. (Rep: Fais/Ed:011)