Gubernur Jateng Berharap Cetak Karakter Siswa Mandiri

0
557
NU Kendal
Src: NU Kendal

Kendal nujateng.com Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan insentif pengajar keagamaan tahun anggaran 2019 kepada 10.842 orang guru Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dan Pondok Pesantren se-Kabupaten Kendal. Bantuan insentif tersebut diserahkan secara simbolis kepada 10 orang penerima dalam acara Silaturrahim di Pondok Pesantren Miftahul Huda Dukuh Kwansan, Desa Magelung, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kamis (11/4).

Dalam sambutannya Ganjar mengatakan jumlah penerima bantuan insentif se-Jawa Tengah 171.131 orang. Pada tahun 2018 bantuan tersebut sebenarnya sudah dialokasikan sebesar Rp330 miliar, namun pada tahun 2019 terjadi perubahan setelah dilakukan validasi sehingga baru terserap Rp250 miliar.

Ia berharap bentuk perhatian pemprov terhadap ustadz/ustadzah tersebut dapat bermanfaat sehingga dapat memotivasi dalam mencetak santri yang berkarakter, yakni santri yang mandiri, berbudi pekerti, bergotong royong, pancasilais dan berbhinneka tunggal ika.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga berdialog dengan perwakilan ustadz/ustadzah. Ia menanyakan tentang cara mengenali berita hoaks dan fitnah. Ia juga menanyakan cara menjelaskan bahaya fitnah dan hoaks kepada para santri yang masih anak-anak. Menurut Ganjar orang yang melakukan fitnah sama dengan memotong lidahnya sendiri.

Sementara Farhani, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengatakan bantuan insentif pengajar keagamaan tersebut adalah yang pertama kali dilakukan diseluruh Jawa Tengah. Masing-masing ustadz/ustadzah mendapatkan bantuan sebesar Rp100 ribu per bulan dan tahap 1 telah diberikan melalui rekening Bank Jateng Syariah.

Terkait penyerahan buku rekening, pihaknya meminta kementerian agama kabupaten dan Bank Jateng Syariah untuk membuat jadwal agar penyerahan berjalan tertib dan tidak mengantri terlalu lama.

Farhani juga meminta kepada pihak terkait untuk melakukan validasi, evaluasi, koreksi, dan pembaruan data guru Madin, TPQ, maupun pondok pesantren agar ustadz/ustadzah yang belum masuk basis data agar dilengkapi untuk penerima pada tahun 2020. (Src: NU Kendal/ Ed: 011)