Forum Sufi Dunia Berencana Bangun Universitas Sufi Internasional

0
642
NU Online
SRC: NU Online

Pekalongan nujateng.com Konferensi Sufi Internasional telah resmi ditutup oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Beberapa rekomendasi telah disepakati, salah satunya adalah rencana mendirikan universitas sufi internasional.

Untuk mewujudkan hal itu Pimpinan Forum Sufi Dunia, Habib Muhammad Luthfi bin Yahya telah menyiapkan tanah seluas 22 hektar yang siap didirikan bangunan universitas. Hal itu mengemuka dalam Clossing Ceremony Indonesia World Sufi Forum di Pendopo Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (10/04/19).

Pada kesempatan itu, Habib Luthfi menyampaikan amanah yang ia emban sebagai Sekjen Forum Sufi Dunia bukan merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Tetapi, menurutnya, itu adalah amanah yang tidak bisa diabaikan dan disepelekan.

“Ini bukan sebuah kebanggaan, tetapi sebuah amanah yang tidak bisa diabakan untuk mengangkat ath-thariqah fi al-‘alam, sehingga ulama kita ini nanti akan jadi guru dan juru damai, mewujudkan ishlahil ummah, ishlahil wathan wa difa’il wathan,” tuturnya.

Habib Luthfi meyakini dengan dakwah yang mengutamakan kasih sayang para ulama sufi akan berhasil di negaranya masing-masing. Kemudian untuk para ulama di Indonesia, cucu dari Habib Hasyim bin Yahya Ba’alawiy ini menghimbau agar tidak larut dalam konfik politik.

“Ulama di Indonesia jangan sampai masuk ranah konflik politik atau hal-hal lain yang akan memecah belah umat,” pesannya.

Sementara itu, Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik forum sufi dunia yang dipelopori oleh JATMAN ini. Menurutnya, para sufi memiliki peran signifikan dalam tumbuhnya keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan.

“Tema dalam forum ini bukan hanya tepat untuk Indonesia yang sedang menghadapi Pemilu, tetapi juga bagi masyarakat dunia yang saat ini sedang menghadapi tragedi kemanusiaan di beberapa tempat,” ujarnya.

Menag Lukman juga menyampaikan bahwa sufi adalah orang-orang yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi sehingga tidak rela jika kebahagiaan umatnya terganggu. Para sufi selalu mencari nilai positif di setiap peristiwa yang oleh orang awam mungkin dianggap sebagai keburukan.

“Saya yakin para sufi tidak hanya bergetar saat mendengar nama Allah disebut, tapi juga tergelitik saat agama, bangsa dan kemanusiaan terusik. Oleh karena itu para sufi berada pada garda terdepan saat negeri ini mengalami penjajahan dan ketidakadilan,” tandasnya.

Dalam clossing ceremony ini Menag Lukman juga menyampaikan rasa syukurnya sebab Habib Luthfi dipercaya memimpin forum sufi dunia. Ia juga turut mendoakan semoga Habib Luthfi senantiasa diberi kekuatan oleh Allah SWT dan membimbing umat hingga masa-masa yang akan datang.

Usai sambutan Menteri Agama RI, acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan secara simbolik oleh Habib Luthfi kepada perwakilan ulama sufi internasional. Diantaranya ialah kepada Syaikh Muhammad Rajab Dieb dari Syiria dan Syaikh Sahumi dari Libya.

Acara itu kemudian ditutup dengan doa oleh Syaikh Sahumi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional “Bagimu Negeri” yang dipimpin oleh paduan suara dari IAIN Pekalongan. (Src: Suara Nahdliyin/Ed: 011)