Memahami Islam dengan Bermazhab ala NU

0
2826

Islam adalah aqidah, syari’ah dan akhlaq yang merupakan manifestasi Iman, Islam dan Ihsan. Kita mempelajari iman dengan menggunakan ilmu tauhid, mempelajari Islam dengan ilmu fiqh, sedangkan mempelajari ihsan dengan ilmu tasawuf.

Mengapa kita harus mempelajari ilmu-ilmu tersebut? Sebab Al-Qur’an dan Al-Hadits yang merupakan sumber dari segala sumber ilmu berisikan hal-hal yang pokok, bersifat mutlak dan universal. Di dalamnya ada yg nasih dan mansuh, ada yg muhkamat dan ada yang mutasyabihat, ada yang umum dan ada yang khusus. Untuk mempelajari keduanya kita memerlukan bimbingan ulama. Para ulama’ lah yang memiliki otoritas dan kapasitas dalam menguraikan kandungan isi Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Para ulama memahami ayat Al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an, memahami ayat Al-Qur’an dengan Al-Hadits, memahami Al-Hadits dengan perkataan (maqolah) Sahabat, memahami maqolah Sahabat dengan maqolah Tabi’in. Sehingga para Ulama sangat hati-hati dalam melakukan ijtihad. Ulama yang demikian itu disebut dengan ulama Imam Madzhab.

Nahdlatul Ulama adalah organisasi kemasyarakatan keagamaan yang mengikuti para Imam Madzhab. Dalam ilmu Tauhid mengikuti Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansyur Al-Maturidzi. Dalam fiqh, NU mengikuti salah satu diantara imam madzhab empat: imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Maliki atau Imam Syafi’i. Sedangkan dalam ilmu tasawuf, NU mengikuti Imam Al-Ghazali atau Imam Al-Junaid Al-Baghdadi atau imam-imam thoriqoh yang muktabaroh, memiliki sanad yang bersambung hingga Rasulullah Sholallahu alaihi wasallam. Mereka adalah ulama ahlussunnah wal jama’ah.

Mengapa kita harus bermadzhab? Karena Imam Madzhab tersebut lah yg mampu menjelaskan secara terperinci apa yang diajarkan Rasulullah dan para sahabatnya (ما انا عليه واصحابى). Kitab-kitabnya diajarkan secara terus menerus hingga kini di pondok-pondok pesantren annahdliyah.

Para ulama pendiri NU adalah ahli Al-Qur’an, Ahli Al-Hadits, Ahli Ilmu Tauhid, Ahli Ilmu Tafsir, Ahli ilmu fiqh, ahli ilmu tasawuf dan ilmu-ilmu yang bermanfaat lainnya seperti ilmu nahwu, ilmu shorof, ilmu balaghoh, ilmu mantiq, ilmu asbabun nuzul, ilmu asbabul wurud, dan masih banyak lagi. Beliau-beliau sangat berhati-hati dalam memberikan nasehat kepada ummat yang meminta pendapat kepadanya. Para ulama tersebut selalu bermusyawarah dalam mengambil keputusan terhadap suatu masalah.

Insya Alloh para Nahdliyin, warga NU, meski situasi selalu berubah, sangat cinta dan hormat kepada para Alim tersebut, karena mereka menyadari bahwa ibadah harus didasari ilmu. Ilmu adalah cahaya penerang kehidupan, disamping kerelaan dalam menghambakan diri kepada Alloh Ta’ala.

والله اعلم

 

Mohamad Muzamil, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah 2018-2023