Tingkatkan Minat Baca Tulis Lewat “Gelis” di SMPQT Yanbuul Quran 1 Pati

0
735


Pati nujateng.com Dalam rangka meningkatkan minat baca, menulis, dan berkarya di sekolah dan pesantren, SMPQT Yanbuul Quran 1 Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan literasi yang diberi nama Gelis (Gerakan Literasi Sekolah).

Kegiatan yang diawali sejak tahun 2018 ini diperuntukkan bagi guru dan murid di lembaga tersebut. Program ini rutin dilaksanakan Sabtu pagi pukul 08.00-09.00 WIB  untuk para siswa dan siswi serta pukul 11.00-12.30 WIB untuk para dewan guru.

Kegiatan yang di pusatkan di perpustakaan Baitul Hikmah ini diikuti oleh seluruh guru dan para siswa-siswi yang tergabung dalam kelas peminatan jurnalistik.

Kepala SMPQT Yanbuul Quran 1, Sahal Mahfudh menjelaskan alasan kenapa kegiatan Gelis dilaksanakan di Perpustakaan Baitul Hikmah. Semasa Daulat Abbasiyah jelasnya, terdapat perpustakaan yang bernama Baitul Hikmah sebagai tempat para ulama menghimpun karya, menulis, dan menerjemahkan karya berbahasa Yunani kuno. Disanalah para ulama menerbitkan dan menyimpan hasil karyanya.

Begitu juga dengan perpustakaan Baitul Hikmah di tempatnya, pria kelahiran Jepara ini berharap Perpustakaan Baitul Hikmah mampu menjadi mercusuar peradaban Yanbuul Quran serta menjadi tempat lahirnya karya emas para guru dan siswa.

“Gelis sudah menerbitkan 3 karya. Pertama, Santri Meneliti Desa (Buku Kumpulan Riset Santri Yanbuul Quran 1 Pati) yang isinya meneliti manfaat dana desa di Kelurahan Sukoharjo, Jontro, dan Margorejo Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati. Kedua, Kamus Kecik Basa Jawi. Dan ketiga, Buku Saku 60 Hadits Quraniyyah,” jelasnya.

Sedangkan tahun ini lanjutnya, Gelis berencana menerbitkan 18 lebih buku, baik karya guru maupun siswa sekolah tersebut.

Di antara buku-buku yang terbit yakni Buku Pedoman Integrasi Nilai-nilai Quran dalam setiap Mapel, Modul Akhlak Al-Bustan (Ringkasan Kitab At-Tibyan Fi Adab Hamalatil Quran), Buku Saku Mufrodat Quraniyyah Juz 1-3, Modul Fikih Kitab Fathul Qarib, dan Pembelajaran PAI Metode Contextual Teaching & Learning.

Kepala Sekolah yang juga seorang penulis dengan nama pena Sahal Japara itu menambahkan, dengan adanya Gelis ini diharapkan mampu mendorong guru menulis karya literatur sehingga bisa mengembangkan kompetensi dan kemampuan diri.

“Sehingga tujuannya bukan semata-mata untuk mencari kepangkatan seperti sertifikasi dan lain-lain,” tegasnya dan berharap kerja keras yang dilakukan guru dan siswa untuk menyalakan peradaban Yanbuul Quran diberkahi, diridlai, dan dikabulkan Allah SWT. (Sumber : NU Online/ Red: R-011)