Bupati Temanggung : Temanggung Pusat Gravitasi Santri

0
1444
Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq memberi sambutan dihadap peserta Musykerwil NU Jawa Tengah di STAINU Temanggung, (26/01/2019) pagi. (Foto: Salam/NJ.COM

Temanggung nujateng.com Label pusat gravitasi kaum santri melekat pada Kabupaten Temanggung. Di tahun 1920, Kota penghasil tembakau ini menjadi sumbu perlawanan yang dipimpin oleh Kiai Sukri. Tujuh tahun sebelumnya, Temanggung pernah dijadikan tuan rumah konggres Sarekat Islam (SI).

“Penunjukkan Temanggung sebagai tuan rumah Muskerwil NU (semoga) melahirkan semangat baru dan sekaligus pusat grativasi kaum santri,” tutur Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq dihadapan peserta Musykerwil NU Jawa Tengah di STAINU Temanggung, (26/01/2019) pagi.

Ia berharap Musykerwil ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat lokal dan Jawa Tengah

“Kami berharap NU di Temanggung menjadi portal tetap tegak NKRI. Berbhineka Tunggal Ika dan UUD 1945. Sehingga susah payah darah didirikan ulama, tetap lesatri, barokah dan generasi di masa datang. NU juga sebagai inspirasi ummatan wasathon senantiasa persatuan di tengah-tengah masyarakat kita,” katanya.

Khadziq menambahkan, bahwa perkembangan NU di Kabupaten Temanggung sangat pesat. Ini dibuktikan melalui perguruan tinggi dan pelayanan terhadap umat.

“NU di sini ormas yang paling maju. Punya perguruan tinggi bernama STAINU dan KBIH Babussalam  akan memberangkatkan 1.700 jamaah,” ungkapnya.

Serangkaian Musykerwil yang berlangsung 26-27 Januari 2019, juga meresmikan Gedung baru PCNU Temanggung oleh Katib Am PBNU KH. Yahya Cholil Staquf. (Red: R-011)